Dubes RI untuk Turki Sebut Muhammadiyah Mengalami Trend Positif di Kawasan Eropa

0
3187
Dubes RI untuk Turki Sebut Muhammadiyah Mengalami Trend Positif di Kawasan Eropa
Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan, beberapa tahun terakhir aktivitas Muhammadiyah di kawasan Eropa mengalami pertumbuhan.

“Ini menunjukkan ada ghiroh baru untuk berbuat, berkontribusi dalam upaya pencerahan umat,“ ucap Lalu pada Ahad malam (16/5) dalam acara Silaturahim Idulfitri Diaspora PCIM Eropa.

Melihat perkembangan Muhammadiyah, Lalu percaya bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi akan mampe berperan sebagai pencerah dan pembendung kemaksiatan maupun kemungkaran.

Mengusung isu penguatan dan kemajuan, Lalu menjelaskan bahwa saat ini terdapat dinamika baru yang sedang terjadi. Meskipun secara organisasi Muhammadiyah telah mapan, namun baiknya tetap melakukan mereview dan meredefinisi metode dakwah, organisasi dan yang lain untuk perlu diselaraskan sehingga selalu relevan.

“Relevansi ini penting buat Muhammadiyah. Jika tidak terdapat relevansi, bisa jadi anak muda akan kehilangan. Mereka mungkin bisa masuk ke Salafi atau agnostik, karena di beberapa negara agnostik ini lagi trend. Jadi pilihan-pilihannya ekstrim,“ tuturnya.

Secara khusus ia menyebut Muhammadiyah dengan NU harus relevan, keduanya harus tetap relevan bagi umatnya. Lalu menegaskan, bagaimanapun pembagian arena garapnya, namun relevansi diantara keduanya itu sangat penting.

Menginggat peta sebaran Muhammadiyah yang begitu luas, alumni universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini menyebut, bahwa penting bagi Muhammadiyah untuk menjaga representasinya di setiap kelompok masyarakat, termasuk di semua partai yang ada. Jika perlu Muhammadiyah harus ada disetiap kelompok yang mempunyai desicion making.

Menjelaskan keadaan warga diaspora Muhammadiyah di Turki, Lalu melihat warga Muhammadiyah tersebar hampir disetiap kelompok masyarakat yang ada di Turki. Pada kesempatan ini ia juga meminta supaya Muhammadiyah juga hadir dalam media.

Menurutnya, langkah dakwah yang diambil oleh Muhammadiyah seperti mendirikan Amal Usaha di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi saat ini sudah baik, tapi cukup disayangkan Muhammadiyah belum hadir secara substantif di media.

Berkaca dari pemberitaan tentang Palestina, Lalu menjelaskan, bahwa lima atau sepuluh tahun kebelakang semua media diisi dengan keberpihakan terhadap Palestina. Namun saat ini keadaanya berbeda, hampir 60 sampai 70 persen isinya adalah pembelaan terhadap Israel.

“Bukan pembelaan terhadap Israelnya yang mengkhawatirkan saya, tetapi narasinya seragam, kemudian argumennya seragam, ini menunjukkan bahwasannya upaya ini terstruktur-terorganisir untuk melakukan pembelaan terhadap Israel tersebut.“ imbuhnya.(Muhammadiyah.or.id)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here