Tokoh Perempuan Sulit Air Tuding DPP SAS Keras Kepala Terkait Polemik Mubes XXIII

0
3738
Tokoh Perempuan Sulit Air Tuding DPP SAS Keras Kepala Terkait Polemik Mubes XXIII
Tokoh perempuan Sulit Air di perantauan Hj. Yetty Suardi.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Dinamika Organisasi Sulit Air Sepakat (SAS) terkait kemelut Penundaan Musyawarah Besar (MUBES) SAS XXIII oleh DPP SAS terus bergulir. Kali ini dukungan untuk pelaksanaan MUBES SAS KE XXIII, datang dari salah satu tokoh perempuan Sulit Air di perantauan Hj. Yetty Suardi.

Hal ini di sampaikan Yetty Suardi ketika dihubungi oleh awak media, Selasa (18/5/21), terkait adanya pembelahan sikap dijajaran para pengurus DPP dengan Cabang-cabang SAS yang ada, Hj Yetty Suardi merupakan salah satu tokoh yang hadir dalam pertemuan mediasi yang digagas oleh Oesman Sapta dalam kapasitas Dewan pembina DPP SAS.

Hasil pertemuan mediasi tersebut, Hj. Yetty Suardi menyampaikan bahwa Mubes XXIII tetap digelar usai idul Fitri ini, sesuai dengan berakhirnya jabatan DPP SAS periode 2017-2021, hal itu disepakati oleh oleh Ketua Umum dan Sekjend DPP SAS dengan membubuhi tanda tangan sebagai tanda sepakat. Namun persoalan ini muncul, berawal dari keluarnya surat edaran DPP SAS pembatalan mubes tahun 2021 dengan alasan terkait pandemi yang melanda, akan tetapi para pengurus cabang SAS memberikan alternatif lain dengan cara menggunakan media teknologi untuk tetap bisa terlaksananya Mubes tersebut.

“Saya melihat DPP SAS ini keras kepala, padahal dalam pertemuan mediasi yang diinisiasi oleh Bapak Oesman Sapta sebagai Ketua Dewan Pembina, mereka sudah sepakat bahkan membubuhi tanda tangan dan bersepakat akan mengadakan mubes pasca Idul Fitri ini, Koq setelah keluar dari rumah bapak Oesman Sapta balelo, ini ada apa?, apa tidak menghormati komitmen yang sudah dibuat,” Tutur Bunda Yetty sapaan akrabnya.

Polemik Organisasi SAS ini berbuntut pengunduran diri DR. Oesman Sapta Odang yang dikenal sebutan OSO, ini menjadi klimaks dari kemelut Penundaan Mubes SAS XXIII oleh DPP SAS, yang mana semestinya Periode DPP SAS yang dibawah Ketua Umum H., Syamsuddin Muchtar telah berakhir.

“Saya khawatir sekali kalo Ketua Umum DPP SAS ini, dipermainkan dan dipermalukan oleh para pengurusnya, dengan cara menghasut untuk tidak mau menjalankan komitmen yang pak OSO dan Prof Yurnalis Uddin hadir tersebut, ini sungguh tata krama yang buruk dalam berorganisasi”, tegasnya.

“Maka itu saya pribadi yang mohon dan minta kepada bapak OSO sebagai tokoh nasional dari nagari Sulit Air menjadi pemersatu, saya juga minta secara khusus juga dukungan pak Zarkasih Nurdin dan Happy Bone agar ikut terlibat secara aktif dalam memadamkan bara api perpecahan SAS yang sudah didepan mata ini”. Sambungnya

Lebih lanjut bunda Yetty menyampaikan, “Pertumbuhan pembangunan di Sulit air harus didukung oleh tokoh-tokoh nasional, agar pertumbuhannya bergerak dengan cepat, dorongan ini yang dibutuhkan. sebagai kaum perempuan itulah semangat saya agar SAS ini secara kepemimpinanya harmonis, saya meminta tolong dengan hormat dan MUBES 2021 berjalan dengan baik dan merumuskan blue print organisasi SAS, mau apa dan hendak dibawa kemana SAS ini”

Saya hanya berfikir untuk kembali mempersatukan dan membuat figur Sulit Air kembali ada. “Sulit air kini membutuhkan generasi muda yang bisa berfikir jernih dalam memimpin dan memberikan teladan kepemimpinan yang sesuai dengan zamannya”, Tutup Hj Yetty Suardi.(Din)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini