Mengapa Arab Saudi Belum Jelaskan Soal Haji? Begini Alasan Sebenarnya

0
384
Arab Saudi Umumkan Pelaksanaan Ibadah Haji 2021, Kuotanya Hanya 60 Ribu
Ilustrasi.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Mengapa Arab Saudi relatif lambat memberi pengumuman padahal banyak negara sangat menantikannya, mengingat haji membutuhkan perencanaan yang kompleks? Sedangkan musim haji sudan dekat.

Menteri Penerangan, Majid Al-Qasabi, menjelaskan alasannya. Dia mengatakan, mutasi virus yang terus menerus dan keterlambatan pasokan vaksin di banyak negara menjadi faktor yang menyebabkan penundaan pengumuman musim haji. Hal ini diungkapkan Al-Qasabi dalam jumpa pers rutin pada Minggu (6/6/2021) seperti dikutip dari Saudi Gazette.Dia juga mengatakan, Menkes dan Menteri Haji akan menjelaskan detail teknis pelaksanaan haji beberapa hari mendatang.

Tahun 2020, Arab Saudi tetap mengadakan haji dengan jemaah seribuan orang saja, semuanya warga lokal dan asing yang menetap di negaranya.

Sedangkan pada tahun ini, yang merupakan tahun kedua pandemi COVID-19, Arab Saudi ingin agar jemaah dari luar negeri dimungkinkan untuk menunaikan ibadah haji.

Sejauh ini, baru Singapura dan Indonesia yang memutuskan tidak mengirimkan jemaah haji 2021 dengan alasan pandemi corona dan terbatasnya waktu untuk persiapan haji.

Alasan Sebenarnya

Menurut Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali, pihaknya baru mendapat informasi terkait alasan Saudi belum mengumumkan informasi resmi apa pun terkait haji.

Menurut Endang, berdasarkan penjelasan yang disampaikan Plt Menteri Media/Penerangan Saudi Mr. Majid bin Abdullah Al-Qashabi, mutasi virus Covid-19 dan kelangkaan vaksin menjadi salah satu alasannya.

“Mutasi virus Covid-19, kelangkaan vaksin, dan perkembangan wabah Covid-19 menjadi alasan Saudi belum mengumumkan mekanisme penyelenggaraan haji tahun ini,” jelas Endang dalam pernyataan resminya, Minggu (6/6).

Endang melanjutkan, Plt Menteri Media memang secara berkala memberikan penjelasan melalui konferensi pres terkait perkembangan Covid-19.

Dan penjelasan tentang alasan belum umumkan teknis operasional haji disampaikan dalam konferensi pers hari ini.

Endang mengatakan, penjelasan Saudi ini mengonfirmasikan pernyataan Menag Gus Yaqut dalam jumpa pers pada 3 Juni 2021, bahwa sampai saat ini belum ada informasi resmi apa pun dari Saudi terkait operasional haji.

Riset University College London (UCL) di Inggris menemukan, ada 6.822 mutasi virus corona jenis baru di seluruh dunia, termasuk 273 mutasi yang telah terjadi berulang kali. Peneliti hanya fokus pada 31 jenis mutasi yang setidaknya pernah terjadi 10 kali selama pandemi COVID-19.

Hal tersebut terungkap setelah para ahli genetika UCL menganalisis genom virus dari 150.000 pasien COVID-19 dari 75 negara. Mereka ingin membuktikan apakah virus yang telah bermutasi lebih mudah menginfeksi seseorang dibandingkan sebelum bermutasi.

Di sisi lain, banyak negara berhadapan dengan pasokan vaksin COVID-19 sehingga angka rata-rata vaksinasi relatif rendah.(akh)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here