Ahli Epidemologi Ungkap Masa Inkubasi Varian Delta Lebih Pendek

0
380
Ahli Epidemologi Ungkap Masa Inkubasi Varian Delta Lebih Pendek
Ilustrasi.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Pakar epidemiologi China, Prof Zhong Nanshan menyebut varian Delta sebagai varian paling berbahaya. Varian Delta memiliki tingkat penularan lebih tinggi dibanding varian Covid-19 lain.

Zhong Nanshan menjelaskan masa inkubasi Covid-19 varian Delta tidak sepanjang varian-varian sebelumnya. Jadi masa inkubasi varian Delta hanya pendek.

Lebih lanjut, kata Zhong Nanshan, bentuk pencegahannya tidak memerlukan karantina dalam waktu yang lebih lama. Hal yang diperlukan hanya, lebih sering melakukan tes Antigen.

Dalam opininya yang dimuat sejumlah media di Tiongkok, Senin 28 Juni 2021, Zhong juga mengatakan bahwa ada perbedaan definisi kontak dekat antara Covid-19 varian sebelumnya dengan varian Delta.

Jika varian sebelumnya, kontak dekat merujuk pada orang yang tinggal bersama dalam kantor yang sama, keluarga, ruang pertemuan atau makan bersama dalam jarak 1 meter.

“Namun kontak dekat dalam definisi baru (varian Delta) adalah merujuk pada orang yang tinggal di satu ruang atau perusahaan atau gedung, juga bersama orang yang terinfeksi empat hari sebelum mengalami gejala penyakit,” ujar profesor yang pertama kali berpendapat masa inkubasi Covid-19 selama 14 hari itu.

Lebih lanjut, mengenai masa karantina bagi para pengguna penerbangan internasional yang memasuki wilayah daratan Tiongkok, Zhong menjawab tidak memerlukan waktu lebih lama seperti varian sebelumnya.

“Oleh karena secara umum masa inkubasinya tidak lebih panjang, maka masa karantina juga tidak perlu lama. Justru yang efektif adalah meningkatkan frekuensi tesnya,” ujarnya.

Pendapat Zhong tersebut berdasarkan penelitian atas ditemukannya beberapa kasus varian Delta di Provinsi Guangdong, wilayah selatan Tiongkok yang menerima kedatangan 90 persen pengguna penerbangan internasional. (*)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here