Dampak Pengetatan Tegas di Singapura, Sepekan Ini Nol Kematian

0
414
Dampak Pengetatan Tegas di Singapura, Sepekan Ini Nol Kematian
Tidak seperti biasanya yang selalu dipadati kendaraan bermotor, jalan utama Orchard Road terlihat hampir kosong melompong, Sabtu siang (11/04/2020). Kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown yang diumumkan pemerintah Singapura efektif mulai Selasa (07/04/2020) membuat tempat-tempat ramai Singapura jauh lebih sepi dari hari-hari biasa.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Dalam sepekan terakhir ini, Singapura mencatatkan 0 korban jiwa. Ini berbeda dengan kecenderungan negaracterangga seperti Indonesia dan Malaysia.

Dikutip dari data yang dihimpun Worldometers.info, tren kematian COVID-19 Singapura dalam sepekan terakhir menurun: dari 1 pasien meninggal pada pekan lalu menjadi 0 dalam sepekan terakhir ini.

Satu kasus kematian terakhir terjadi pada 26 Juni lalu, yaitu seorang lansia berumur 84 tahun. Ia meninggal akibat komplikasi yang disebabkan oleh COVID-19.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan Singapura (MoH), terdapat penambahan 16 kasus baru pada Kamis (8/7), sebanyak 13 di antaranya adalah kasus impor dan 3 lainnya adalah transmisi lokal.

Menurut data MoH yang diperbarui Rabu (7/7), kasus aktif di Singapura berjumlah 275 orang, dengan rincian 185 pasien dirawat di fasilitas kesehatan komunitas, 87 dirawat di rumah sakit dalam kondisi stabil, dan 3 orang dalam kondisi kritis. Jumlah pasien sembuh Singapura kini mencapai 62.341 pasien.

Dikutip dari data yang diperbarui Worldometers.info, sepekan terakhir, Singapura mencatatkan sebanyak 73 kasus COVID-19, yang sebagian besar merupakan kasus impor.

Sementara pekan sebelumnya, negara berpenduduk 5,7 juta orang ini melaporkan 109 kasus dalam waktu 7 hari.

Ini berarti,tren kasus COVID-19 Singapura dalam sepekan terakhir mengalami penurunan hingga 33% dibandingkan pekan lalu.

Negara ini juga tengah menggenjot progress vaksinasi mereka. Kini, 5 juta dosis vaksin COVID-19 telah disuntikkan kepada warganya.

Sebanyak 64,4% dari total penduduk sudah divaksinasi setidaknya satu dosis, dan 38,4% telah divaksinasi dosis penuh.Jika vaksinasi semakin cepat dan semakin banyak warga yang telah diimunisasi dengan dua dosis lengkap, Singapura akan segera memberlakukan pelonggaran pembatasan kegiatan yang dikenal sangat ketat.

Sejak pandemi COVID-19 melanda mulai awal tahun 2020 hingga sekarang, Singapura sudah mencatatkan total 62.668 kasus dengan 36 pasien meninggal akibat virus corona.

Negara ini memiliki tingkat kematian kasus atau case fatality rate akibat COVID-19 yang sangat rendah, yakni hanya 0,06% menurut Our World in Data. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan case fatality rate dunia yang berada di angka 2,2%.(akh)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini