Lima Fakta Virus Marburg, Termasuk Virus Paling Mematikan di Dunia

1
1713
Begini Yang Harus Dilakukan Agar Tidak Tertular Covid Varian Mu
Ilustrasi.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kasus kematian pertama akibat virus Marburg di Guinea, Afrika Barat. Ditularkan dari hewan ke manusia, Afrika Barat mengidentifikasi virus tersebut hanya dalam waktu dua bulan usai negaranya dinyatakan bebas dari virus Ebola.

Virus ini pertama kali muncul pada tahun 1967 di laboratorium kota Marburg, Jerman. Sejak  pertama kali ditemukan saat itu, tercatat sudah ada 12 kasus wabah besar virus tersebut yang sebagian besar terjadi di Afrika bagian selatan dan timur.

Untuk memahami lebih lanjut terkait virus Marburg, yuk simak ulasan fakta-fakta virus yang mirip dengan virus Ebola itu.

  1. Termasuk virus mematikan

Dikutip dari laman resmi WHO, penyakit virus Marburg merupakan penyakit yang sangat ganas yang bisa menyebabkan demam berdarah. Bahkan, WHO melaporkan bahwa rasio kematian virus ini mencapai 88 persen.

Perlu diketahui, virus ini berasal dari keluarga yang sama dengan penyebab penyakit virus Ebola. Wabah ini dikaitkan dengan pekerjaan laboratorium yang menggunakan monyet hijau Afrika (Cercopithecus aethiops) yang diimpor dari Uganda.

  1. Virus penyebab wabah di beberapa negara

Seperti disebutkan sebelumnya, sudah terdapat 12 kasus wabah besar virus Marburg sejak virus tersebut pertama kali ditemukan. Salah satu wabah besar itu terjadi di Marburg dan Frankfurt, Jerman serta Belgrade, Serbia pada tahun 1967.

Setelah wabah di kedua negara tersebut, sejumlah negara yang melaporkan wabah karena virus mematikan itu meliputi Angola, Kongo, Kenya, Afrika Selatan, dan Uganda.

  1. Penularan

Sama seperti virus Corona, virus ini juga berasal dari hewan. Mengutip Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), tidak diketahui bagaimana virus ini pertama kali bisa menular ke manusia. Namun, WHO menyebutkan bahwa infeksi virus ini merupakan hasil dari kontak yang terlalu lama dengan tambang atau gua yang dihuni oleh koloni kelelawar Rousettus.

Jika seorang manusia sudah terinfeksi dengan virus tersebut, maka virusnya akan mudah menular saat kontak langsung dengan manusia lainnya melalui kulit yang terluka, darah, keringat, dan cairan tubuh lainnya, seperti COVID-19.

  1. Gejala

Masih dari CDC, setelah masa inkubasi selama 5-10 hari, seseorang yang terinfeksi virus Marburg akan mengalami sejumlah gejala parah yang meliputi:

Demam

Meriang

Sakit kepala

Nyeri otot

Ruam

Mual dan muntah

Nyeri di dada

Sakit tenggorokan

Sakit perut dan diare.

Bahkan, apabila semakin parah, gejalanya bisa berupa menyebabkan disfungsi multi-organ, penurunan berat badan parah, hingga penyakit kuning.

  1. Risiko paparan

Risiko paparan virus Marburg meningkat pada orang-orang yang pernah kontak langsung dengan kelelawar buah Afrika atau pasien yang terinfeksi virus ini. Selain itu, dokter hewan dan pekerja laboratorium yang pernah menangani primata asal Afrika juga berisiko tinggi.

Risiko terkena virus ini juga semakin tinggi bagi traveler yang sering berkunjung ke wilayah endemis di Afrika, termasuk Uganda dan bagian lainnya di Afrika Tengah.(f1)


Bagikan Berita Ini

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here