Kekuatan Cabang dan Ranting Ujung Tombak Gerakan Muhammadiyah

0
2210
Muhammadiyah Kembali Pada Alquran dan Sunnah, Tapi Tidak Kering dan Tidak Tekstual
Pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan.
Bagikan Berita Ini
  • 368
    Shares

TEROPONGMETRO – Muhammadiyah sejak awal sengaja didesain untuk tempat mengumpulkan orang secara sukarelawan yang ikhlas yang mau berkorban, yang mau berjuangan di Persyarikatan Muhammadiyah.

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah Jamaludin Ahmad dalam Webinar Spesial 76 Tahun Kemerdekaan RI yang digelar MCCC PP Muhammadiyah, Selasa (17/8).

Menurut Jamal, tanpa disebut relawan pun, dulu orang Muhammadiyah sudah melakukan sifat-sifat kerelawanannya.

Sifat-sifat kerelawanan menurut Jamal ialah mau berkontribusi penuh terhadap persyarikatan, baik waktu, uang, materi, dsb.

Sebagai Ketua LPCR, Jamal mengatakan kalau sejarah cabang dan ranting Muhammadiyah ini ditulis, pasti orang-orang yang punya sifat kerelawanan ini yang berhasil menghidupkan Muhammadiyah dapat kita contoh dan pelajari pengalamannya.

“Menjadi relawan adalah DNA Muhammadiyah ini yang kemudian tergambarkan pada tokoh-tokoh Muhammadiyah zaman dulu,” ujarnya.

Dibentuknya LPCR sepuluh tahun yang lalu menghasilkan lima fungsi yang salah satu fungsinya adalah ujung tombak yang membela kepentingan ummat atau masyarakat.

“Ternyata cabang dan ranting itu diperjelas fungsinya untuk umat, misalnya ketika pandemi Covid-19 tentunya cabang dan ranting inilah yang inisiatif sejak awal membantu warga dan masyarakat terdampak,” jelasnya.

“Ranting dan cabang didesain untuk hadir menjawab masalah khususnya masalah warga yang terdampak pandemi Covid-19.”, tambahnya.

Jamal menambahkan, LPCR PP Muhammadiyah saat ini telah melakukan pendataan kegiatan kerelawanan di tingkat cabang dan ranting terkait jumlah bantuan dan dana yang terkumpul dalam penanggulangan Pandemi Covid-19. Selanjutnya LPCR juga mendata berapa jumlah anggota, pengurus, dan aktivis cabang dan ranting Muhammadiyah apakah yang ada meminggal atau yang terdampak covid.

Pendataan ini bertujuan agar komunikasi antar majelis dan Lembaga di Muhammadiyah dapat berjalan baik dalam menyelesaikan masalah yang terjadi akibat dampak pandemi Covid-19.

“Yang luar biasa kerja kerelawanan tidak hanya muncul saat pandemi covid, tetapi sebelum pandemi sudah ada. Termasuk kisah-kisah heroik dalam tugas kerelawanan seperti Ranting Muhammadiyah Cabang Sewon Utara yang tahun 2020 sudah memakamkan jenazah covid-19 sebanyak 200 kali. Tim Covid PCM Karangdowo Klaten Utara yang memiliki tugas yang sama serta keberhasilan relawan-relawan cabang dan ranting Muhammadiyah yang lain di Indonesia,” tutupnya.(Md)


Bagikan Berita Ini
  • 368
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here