Gabung ke Istana, Ketum PAN Bantah Presiden Jokowi Jauh Dengan Islam

0
1364
Ahli Tata Negara Sebut Presiden Mengontrol Hampir Dua per Tiga Suara di DPR
Ketum PAN, Zulkifli Hasan bersama Presiden Jokowi.
Bagikan Berita Ini
  • 57
    Shares

TEROPONGMETRO – Setelah bergabung dengan koalisi Pemerintahan Jokowi, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (Ketum PAN) Zulkifli Hasan langsung membantah anggapan yang menyebut Presiden Jokowi jauh dengan Islam.

Hal tersebut diungkapkan Zulkifli Hasan saat berpidato dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PAN, Selasa (31/8).

Zulkifli Hasan blak-blakan, dengan membuktikan langkah Jokowi yang menunjuk sejumlah tokoh Islam menjadi pejabat pemerintahan.

“Ada kesan saudara-saudara, tapi tanda petik ya belum tentu benar, bahwa pemerintah itu, pendapat sebagian enggak semua, jauh dengan Islam. Saya mengatakan tidak, boleh juga ada yang enggak setuju, ada yang setuju, ya namanya demokrasi,” jelas Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan mengungkapkan, bahwa bukti pertama Jokowi tidak jauh dengan Islam. Yakni, Jokowi menunjuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Rais ‘Aam Nahdlatul Ulama (NU) Ma’ruf Amin, untuk menjadi Wakil Presiden RI.

Kemudian, Jokowi juga menunjuk seorang cendekiawan muslim untuk menduduki jabatan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) serta Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) yakni Mahfud MD serta Muhadjir Effendy.

“Jadi paling tinggi itu jadi Wakil Presiden. Terus Menko yang urus polisi, keamanan, hukum, Jaksa Agung segala macam itu Mahfud MD cendekiawan muslim, tokoh KAHMI, HMI, ya kan. Itu Menko Polhukam jabatannya enggak sembarangan,” ungkap Zulkifli Hasan.

“Menko PMK itu Profesor Muhadjir, cendekiawan muslim juga. Jadi sebetulnya dikelilingi oleh Wakil Presiden, Menko Polhukam, Menko PMK juga yang memiliki latar belakang yang tidak perlu kita ragukan,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa PAN akan mengambil peran sebagai jembatan antara pemerintah dan umat Islam.

Ia meminta agar pemerintah dan umat Islam tidak boleh saling berjauhan apalagi dibenturkan.

“PAN akan mengisi peran penting ini. Harus ada yang mengisi peran ini. Komunikator. Jembatan. Solidarity maker,” ujar Zulkifli Hasan.

Menurut Zulkifli Hasan, sikap politik PAN sudah jelas, yaitu kritis namun solutif.

Menurutnya, PAN selalu hadir dengan gagasan dan kerja nyata untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan seluruh rakyat Indonesia.

“PAN bekerja semaksimal mungkin untuk rakyat kita. Politik kita politik gagasan bukan aliran,” jelasnya.

Zulkifli Hasan juga berkata bahwa PAN tidak pernah berpikir menjadi bagian dari koalisi pemerintah atau mengambil peran sebagai oposisi.

Menurutnya, PAN selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Jika kehadiran PAN bisa memberi solusi, katanya, PAN selalu siap untuk NKRI saat republik memanggil.

“Demokrasi yang bernilai akan menghasilkan pemerintahan yang baik, menghasilkan regulasi dan undang-undang yang baik, membuat sistem yang baik. Dengan begitu bangsa akan maju,” pungkasnya.(mat)


Bagikan Berita Ini
  • 57
    Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here