Keberadaan Masjid Muhammadiyah Harus Memancarkan Kesalehan Bagi Masyarakat Sekitarnya

0
2175
Keberadaan Masjid Muhammadiyah Harus Memancarkan Kesalehan Bagi Masyarakat Sekitarnya
Keberadaan Masjid Muhammadiyah Harus Memancarkan Kesalehan Bagi Masyarakat Sekitarnya.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Hadir secara daring dalam peresmian pembangunan Masjid Husnul Khatimah, Jumat (24/9) Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berpesan agar setiap masjid Muhammadiyah memancarkan kesalehan bagi lingkungannya.

Ditargetkan selesai sebelum Muktamar Muhammadiyah tahun depan, renovasi masjid ini menganggarkan dana sebanyak 4 miliar rupiah. Haedar turut menyampaikan terimakasih baik kepada wakif bapak Suratidjo dan Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza yang menggandeng para aghniya.

Konsep renovasi masjid yang berada di wilayah Peleman ini juga dikerjakan oleh Priyono Nugroho, sosok yang sukses merancang Gedung Induk Siti Walidah UMS dan Masjid At Tanwir kantor PP Muhammadiyah Jakarta.

Masjid Muhammadiyah dianggap Haedar perlu menjadi teladan dengan menghadirkan keramahan, kerapihan, keamanan hingga kebersihan.

Jika masjid itu terletak dekat sungai, maka jamaah dan takmir masjid Muhammadiyah pantas memberikan keteladanan dengan sering-sering melakukan kegiatan lingkungan.

“Misalkan masjidnya bersih, indah, baik, masyarakat juga bisa (ikut) menjaga kebersihan lingkungan mereka,” tutur Haedar.

“Kita ini sebagai muslim, warga masyarakat kan diajari untuk bersih, membuang sampah di tempatnya. Karena sampah ini prinsipnya milik kita. Jangan sekali-kali membuang sampah di jalan misalkan, atau sambil lewat,” ingat Haedar.

Meski terkesan sederhana, hal itu menurut Haedar adalah bagian dari perintah agama. Haedar berpesan bahwa semangat memakmurkan masjid bisa dilakukan dalam banyak hal.

“Jangan sampai kita ini menganut agama tapi tidak berusaha mendekat pada Gusti Allah Yang Maha Pencipta dan memberi anugerah rahmat, nikmat, buat kita. Karena kita ini biarpun tingkat kesalehan berbeda, tapi harus ada ikhtiar dengan masjid, dengan tempat-tempat ibadah. Harus terpanggil untuk beribadah. Harus terpanggil untuk mendekat kepada Allah dan itu lewat ibadah. Dan itu sebagai upaya memanfaatkan hidup ini yang tidak lama sebenarnya tapi betul-betul dari Allah kembali kepada Allah,” ucap Haedar.

“Bahwa pandemi ini belum memungkinkan ya tidak apa-apa. (tidak ke masjid) Ini dibenarkan oleh agama. Jangan merasa (memaksa) kalau di saat darurat. Karena apa? Ada yang harus kita jaga yakni hifzunnafs (menjaga nyawa). Nanti kalau sudah pulih insyaallah kita semua termasuk saya akan kembali memakmurkan masjid,” pungkas Haedar.(Md)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here