Yusril Ke Elit Demokrat: Siapkan Pendekar Hukum, Lebih Baik ‘Berkelahi’ Secara Intelektual Di Pengadilan Daripada Di Jalanan

0
1716
Yusril Ke Elit Demokrat: Siapkan Pendekar Hukum, Lebih Baik ‘Berkelahi’ Secara Intelektual Di Pengadilan Daripada Di Jalanan
Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Elite Partai Demokrat Rachland Nashidik menyebut Yusril Ihza Mahendra tidak peduli demokrasi sehat dan berjualan pengetahuannya kepada ‘pembegal politik’.

Pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra merespons pernyataan elite Partai Demokrat Rachland Nashidik. Pasalnya Rachland menyebut Yusril tidak peduli demokrasi sehat dan berjualan pengetahuannya kepada ‘pembegal politik’.

Yusril menyarankan Rachland mencari pendekar hukum atau advokat ternama untuk menghadapi permohonan uji formil dan materil terhadap AD/ART yang diajukan oleh 4 anggota PD di MA.

“Lebih baik Rachland Nashidik mencari advokat untuk menghadapi permohonan uji formil dan materil terhadap AD/ART yang diajukan oleh 4 anggota PD yang dipecat oleh DPP-nya,” kata Yusril, kepada wartawan, Selasa (28/9/2021) seperti dikutip dari detik.

Sebab, Yusril menilai organisasi manapun memiliki hal mengajukan gugatan ke pengadilan jika ada konflik di internal partai.

Untuk itu, Yusril meminta pihak kubu Demokrat AHY untuk menghormati langkah hukum tersebut.

“Jika ada konflik kepentingan dalam tubuh organisasi manapun, dan mereka membawanya ke ranah hukum, apalagi ke Mahkamah Agung, langkah itu harus dihormati sebagai langkah yang sah dan konstitusional,” ujarnya.

Yusril menegaskan, justru lebih baik beradu argumen di pengadilan daripada ‘di jalanan’.

“Kan lebih baik ‘berkelahi’ secara intelektual di pengadilan daripada ‘berkelahi’ di jalanan. Apalagi namanya Partai Demokrat. Tentu mereka akan sangat menjunjung tinggi hukum dan demokrasi,” tegas Yusril.

Yusril menyebutkan, petinggi Partai Demokrat seperti Amir Syamsudin dan Benny K Harman yang paham dengan hukum. Seharusnya kata Yusril, DPP mempersiapkan semua untuk membuat perlawanan di pengadilan.

“Di PD ada tokoh-tokoh sekaliber Dr Amir Syamsudin dan Dr Benny K Harman yang sangat paham masalah hukum. Mengapa DPP PD tidak menyiapkan suatu ‘perlawanan hukum’ ke Mahkamah Agung? Ayo peras otak dan cari jalan menghadapinya, bukan teriak-teriak seperti Rachland Nasidik,” ucapnya.

“Dalam pengujian ke MA tersebut, saya bertindak profesional sebagai advokat. Saya tidak bertindak secara pribadi. Juga bukan sebagai Ketua Umum PBB,” lanjut Yusril.

Yusril lalu mengaku prihatin dengan sikap kader PD. Yusril juga mengutip ucapan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kalau saya meminjam salah satu sticker Pak SBY ‘Saya Prihatin’ sambil mengusap dada, maka saya juga prihatin menyimak begitu banyak statement politik para kader PD menanggapi Permohonan Uji Formil dan Materil ke MA ini yang di luar konteks samasekali,” ucapnya.

“Saya mengajak kader-kader PD untuk tetap menggunakan pikiran yang jernih dalam menghadapi setiap persoalan. Saya kira sikap seperti itu menjadi bagian dari pendidikan politik yang sehat di negara ini,” imbuh Yusril.

Sebelumnya, politikus Demokrat, Rachland Nashidik, menyerang Yusril Ihza Mahendra. Dia menyindir pernyataan Yusril soal demokrasi sehat terkait gugatan 4 eks kader PD terhadap AD/ART PD ke Mahkamah Agung.

“Yusril Ihza Mahendra mengeluhkan reaksi keras kader Demokrat padanya. Ia mengaku gugatannya pada AD/ART Partai Demokrat semata-mata demi ‘demokrasi yang sehat’. Tapi mari kita bertanya: mulai kapan dan dari mana ide menyehatkan demokrasi itu hinggap di kepala Yusril?” kata Rachland, kepada wartawan, Selasa (28/9).(*)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here