Busyro Muqoddas: Rezim Firli Bahuri Tak Akan Lama, Sekarang Osteoporosis Moral

0
2493
Busyro Muqoddas: Rezim Firli Bahuri Tak Akan Lama, Sekarang Osteoporosis Moral
Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Busyro Muqoddas angkat bicara terkait pemecatan 57 pegawai KPK tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Mereka resmi diberhentikan per hari ini, Kamis 30 September 2021.

Eks Ketua KPK itu mengatakan, kinerja pimpinan KPK periode 2019-2023 sangat buruk dan akan berdampak pada seluruh lini kerja pemberantasan rasuah. Ia memprediksi KPK di bawah rezim Firli Bahuri cs tak akan bertahan lama.

“Saya yakin bahwa rezim KPK tidak akan lama. Sekarang mengalami osteoporosis moral, krisis degradasi moral, sehingga harus dibawa ke ICU pasien COVID-19,” ujar Busyro kepada wartawan di Gedung KPK, Kamis (30/9).

Busyro menekankan, 57 pegawai KPK yang diberhentikan ini merupakan modal penting bagi KPK untuk bertahan menegakkan upaya pemberantasan korupsi.

Terlebih, jika melihat buruknya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia saat ini, menurut Busyro semakin memperjelas bahwa keputusan memberhentikan para 57 TWK adalah keputusan buruk.

“Saya ingin menyampaikan secara terbuka, bahwa teman-teman 57 yang sekarang ini, adalah teman-teman yang sesungguhnya menjadi modal sosial, modal moral, kultural, politik, bagi negeri yang sekarang sedang semakin berat di tubir kehancuran moral. 57 ini dengan keluarganya adalah orang-orang yang sudah memberikan record sesuai dengan kebangsaan yang otentik,” ucap Busyro.

“Sebaliknya, mereka pimpinan KPK yang sekarang ini, yang menista mereka ini, itulah yang menentukan kepalsuan-kepalsuan tentang kemanusiaan,” lanjut dia.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM itu juga merasa rasa sedih terhadap pemberhentian 57 pegawai KPK berintegritas ini.

Meski begitu, Busyro menyebut, 57 pegawai KPK ini mengaku bahagia pernah ikut aktif mengawal upaya pemberantasan rasuah di Indonesia.

“Sejak kemarin siang saya berada di gedung KPK yang ideologis ini, menyatu dengan teman-teman ini, saya mengambil kesimpulan bahwa mereka sedih saya juga sedih,” kata Busyro.

“Di balik kesedihan itu mereka berbangga, karena diuji dengan ujian yang otentik dari langit. Dan kami bangga,” tutupnya. (k1)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here