Latar Belakang 11 Nama Tim Seleksi Anggota KPU-Bawaslu Disorot

0
384
Latar Belakang 11 Nama Tim Seleksi Anggota KPU-Bawaslu Disorot
Gedung KPU RI.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Peneliti Network for Indonesia Democratic Society (Netfid) Indonesia, Muh Afit Khomsani merespons soal sebelas nama tim seleksi Anggota KPU-Bawaslu.

Penunjukkan tersebut telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keppres Nomor 120/P Tahun 2021.

Afit mengatakan, jika merujuk Pasal 22 UU Pemilu, selain mempertimbangkan kapasitas dan kapabilitas, timsel juga harus melihat komposisi timnya.

Adapun, komposisinya terdiri dari tiga unsur kelompok, yaitu pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Selain itu, dilihat dari jumlah persentasi keterwakilan perempuan.

“Jika melihat komposisi timsel yang sudah dibentuk dan di-SK-an oleh Presiden, secara UU hal itu sudah memenuhi syarat minimal sebagaimana UU jelaskan,” kata Afit, di Jakarta, Selasa (12/10).

Meskipun demikian, Afit mengatakan ada sejumlah catatan penting lain yang menjadi kekurangan.

Sebab, Presiden tidak secara rinci menjelaskan siapa nama-nama dan latar bekalang anggota timsel tersebut.

“Hal yang perlu dilihat ialah adanya anggota Kompolnas Poengky Indarti,” katanya.

Afit mempertanyakan Poengky dalam hal ini mewakili unsur pemerintah, akademisi, atau masyarakat?

“Apakah dia mewakili unsur pemerintah? Jika iya, mengapa harus dari unsur kepolisian,” katanya.

Afif mempertanyakan mengapa tidak mencari figur lain yang paham dan kompeten dalam isu dan kondisi politik dan demokrasi Indonesia hari ini.

Namun, pihaknya memastikan Netfid Indonesia dan beberapa kelompok organisasi yang tergabung dalam Koalisi Kawal Pemilu 2024 akan tetap berkomitmen mengawal proses pemilu 2024.

“Mulai dari hulu hingga hilir, termasuk proses pembentukan Timsel, seleksi anggota KPU dan Bawaslu, hingga pemilu 2024 usai,” katanya.(akh)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here