Survei Indikator: Kepuasan Publik Atas Kinerja Jokowi Dan Ma’ruf Amin Meningkat

0
429
Survei Indikator: Kepuasan Publik Atas Kinerja Jokowi Dan Ma’ruf Amin Meningkat
Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amien.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Mayoritas publik puas dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)- KH Ma’ruf Amin. Sebanyak 63,2 persen responden survei Lembaga Indikator Politik Indonesia menyatakan puas atas kinerja pemerintahan.

“Mayoritas publik, 63,2 persen masih sangat puas dan puas dengan kerja Presiden Joko Widodo,” demikian petikan hasil survei Indikator, yang diperoleh Kamis (14/10/2021).

Untuk kepuasan ini, ada tren peningkatan karena pada survei Juli lalu, angka kepuasan sempat menyentuh 59 persen.

Sementara itu, dalam survei kali ini, 29,5 persen responden menyatakan kurang puas, dan 5,8 persen menyatakan tidak puas sama sekali.

Untuk kinerja Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, sebanyak 52,8 persen responden menyatakan sangat puas dan puas. Sebanyak 36,4 persen menyatakan kurang puas, dan 16,5 persen menyatakan tidak puas sama sekali.

Penilaian itu terjadi di tengah persepsi responden yang secara umum masih menilai buruk kondisi ekonomi nasional dan ekonomi rumah tangganya.

Sebanyak 44,3 persen responden menilai kondisi buruk dan sangat buruk. Sebanyak 21,5 persen responden menyatakan kondisi ekonomi sangat baik dan baik, dan yang menyatakan kondisi sedang adalah 33,5 persen.

Untuk kondisi ekonomi rumah tangga, 28,3 persen menyatakan jauh lebih baik dan lebih baik; 30,3 persen menyatakan tidak ada perubahan; dan 41,4 persen menyatakan lebih buruk dan jauh lebih buruk.

“Namun evaluasi publik terhadap ekonomi nasional dan rumah tangganya terlihat membaik dibandingkan dengan beberapa temuan survei sebelumnya,” demikian hasil survei Indikator.

Sementara itu, untuk kondisi politik nasional, 26,9 persen responden menyatakan sangat baik dan baik. Sebanyak 39,8 persen menyatakan sedang. Hanya 24,8 persen yang menyatakan buruk dan sangat buruk. “Kondisi politik saat ini cenderung dinilai sedang.”

Survei itu dilaksanakan pada 2-7 September 2021, dengan jumlah sampel 1.220 orang, yang merupakan warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar plus minus 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih dengan memakai protokol kesehatan yang ketat. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti. (mat)


Bagikan Berita Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here