Muhammadiyah Australia College Akan Membawa Misi Islam Berkemajuan

0
1253
Muhammadiyah Australia College Akan Membawa Misi Islam Berkemajuan
Peluncuran Muhammadiyah Australia College (MAC), Rabu (29/12) di Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Salah satu penanda agenda Muhammadiyah di abad kedua ialah internasionalisasi paham Islam Berkemajuan. Ditandai dengan penandatanganan prasasti Universiti Muhammadiyah Malayasia (UMAM), kemudian disusul dengan keluarnya izin operasional Muhammadiyah Australia College (MAC). Hal ini sebagai perluasan gerakan mencerdaskan kehidupan antar bangsa dan pengembangan pendidikan di ranah global.

“Kami menyebut hal ini sebagai babak baru karena program internasionalisasi Muhammadiyah itu yang pertama sebagaimana pada lazimnya ormas-ormas Islam yang punya sayap meluas di mancanegara itu terbiasa dengan program World Peace Forum, Muhammadiyah selalu terlibat,” tutur Haedar dalam Refleksi Akhir Tahun 2021 yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Rabu (29/12), seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.or.id.

Bagi Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, kehadiran MAC melengkapi program internasionalisasi Muhammadiyah yang selama ini telah berjalan dengan baik. Pasalnya, dengan berdirinya MAC, Muhammadiyah telah melangkah lebih jauh tidak lagi sekadar duduk bersama dalam forum untuk membicarakan permasalahan perdamaian dunia, tetapi menghadirkan solusi nyata dengan membangun institusi Pendidikan yang inklusif.

“Inilah posisi MAC memiliki makna internasionalisasi Muhammadiyah punya peran untuk jangka panjang, kita ingin menghadirkan Islam yang rahmatan lil’alamin itu diterjemahkan dalam program mencerdaskan kehidupan antar bangsa, sekaligus menghadirkan Islam sebagai agama pencerahan,” kata Haedar.

Haedar menuturkan bahwa tiga poin arti penting kehadiran MAC, yaitu mewujudkan usaha perdamaian lewat jalur Pendidikan yang inklusif agar dunia lebih menyatu, mengintegrasikan Islam dan Barat dengan tetap merawat multikultural satu sama lain, dan menghadapi era islamophobia atau bentuk-bentuk radikalisme global lainnya dengan dakwah pencerahan.

“Kita ingin mengeliminasi atau memoderasi islamophobia itu tidak lewat semata-mata peran-peran literasi, lewat forum dan lain sebagainya, tetapi lewat institusi yang hadir secara nyata dan bersifat inklusif, itulah Lembaga Pendidikan,” imbuh Haedar.

Haedar percaya dengan adanya MAC, kampus Muhammadiyah lain di luar negeri akan tumbuh dan berkembang biak. Bukan tidak mungkin akan terus menjamur di berbagai belahan dunia. Eksistensi sekolah-sekolah Muhammadiyah ini akan terus merawat dan membawa pesan Islam Berkemajuan di manapun tumbuh dan berkembang. Hal ini telah terbukti dengan menjamurnya institusi Pendidikan Muhammadiyah di belahan Indonesia Timur yang inklusif, terbuka, toleran, dan menghargai pluralitas.

“Jadi Lembaga Pendidikan adalah institusi yang paling inklusif yang dihadirkan Muhammadiyah. Di Kawasan Indonesia timur telah berdiri Pendidikan Muhammadiyah, di ranah global juga Muhammadiyah ingin mewujdukan multikulturalisme lewat institusi pendiidkan,” tutur Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Bagi Haedar, Muhammadiyah merupakan gerakan modernis yang tidak cukup dengan teori tetapi telah sampai pada amal nyata. Saat wajah Islam lain lebih banyak bersuara nyaring tentang arti penting toleransi dan perdamaian dalam kehidupan, Muhammadiyah melangkah lebih jauh dengan mewujudkan solusi konkrit yang bisa langsung dirasakan hasilnya.

Lisanul hal ahsanu min lisanil maqal. Kehadiran Pendidikan kita untuk menghadirkan Islam secara perbuatan nyata, solusi konkrit, dan bersifat inklusif untuk mewujdukan persatuan, perdamaian, dan peradaban bersama di tingkat global. Itulah kado Muhammadiyah bukan untuk bangsa Indonesia tapi juga untuk dunia,” tegas Haedar.(Md)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini