Ketum PBNU Apresiasi Polri Usai Tahan Habib Bahar: Pihak Intoleran Harus Ditindak

0
1824
Diduga Dukung Capres Tertentu 2024, PBNU Panggil PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo
Ketua Umum PBNU Gus Yahya atau Yahya Cholil Staquf.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Ketua Umum PBNU Gus Yahya atau Yahya Cholil Staquf memberikan tanggapan soal penetapan tersangka yang dilakukan Polda Jabar terhadap Habib Bahar Smith.

Bahar Smith ditetapkan tersangka karena menyebarkan berita bohong dan membuat keonaran. Ia juga telah ditahan di Polda Jabar.

Gus Yahya menyambut baik langkah cepat dari kepolisian terhadap kasus ini.

“Saya sangat mengapresiasi tindakan Polri yang telah mengambil tindakan tegas terhadap tindakan perilaku intoleran, dan propaganda radikal, bahkan penyebaran informasi-informasi palsu oleh sementara pihak termasuk khususnya oleh Habib Bahar bin Smith,” kata Gus Yahya dalam keterangannya, Rabu (5/1).

Ia menyebut, hanya dengan tindakan tegas maka penyebaran persepsi keliru tentang syariat Islam dan kecenderungan untuk bertindak intoleran dan propaganda radikal dapat dicegah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Polri atas tindakan tegasnya mudah-mudahan ini agar menjadi sikap yang terus dipertahankan Polri sehingga kita bisa sungguh-sungguh mencegah masalah terkait propaganda dan toleransi yang dikembangkan sejumlah pihak,” tutup Gus Yahya.

Sebelumnya, selain Bahar, Polda Jabar juga menetapkan seorang tersangka lainnya berinisial TR. Dia merupakan pengunggah konten video ceramah Bahar ke YouTube.

Kuasa hukum Bahar Smith, Ichwan Tuankotta, mengatakan kliennya jadi tersangka terkait ceramah peristiwa tewasnya enam anggota laskar FPI di KM 50 tahun lalu.

Bahar Smith dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana Jo Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana Jo Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 28 ayat 2 Jo 45 a UU ITE Jo Pasal 55 KUHP. (k1)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini