Buntut “Tempat Jin Buang Anak”, Forum Dayak Bersatu Kirim Pesan ke Edy Mulyadi: Kami Jemput Kamu untuk Disidang Adat

0
390
Buntut
Perwakilan Forum Dayak Bersatu mendatangi DPR untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi III DPR RI.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Perwakilan Forum Dayak Bersatu mendatangi DPR untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi III DPR RI. Di tempat tersebut, sejumlah perwakilan wilayah Kalimantan, menyampaikan kegeraman mereka pada kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang anak.

Perwakilan orang Dayak itu menyampaikan bahwa mereka datang ke Jakarta untuk menjemput Edy Mulyadi karena dianggap menghina masyarakat Kalimantan.

“Edi Mulyadi, kami sekarang ada di Jakarta. Kami akan jemput kamu, karena kamu sudah buat kegaduhan dan kekacauan. Karena Kalimantan tidak pernah minta ibu kota dipindahkan ke Kalimantan, tapi kamu sudah menghina kami,” ujar Dicky Samuel perwakilan Kalimantan Utara.

Dicky juga mengancam agar Edy menyelesaikan masalah ini dengan datang ke Kalimantan.

“Kami akan tunjukkan kepada kamu kalau kamu tidak ke Kalimantan, untuk disidang adat,” tambah Dicky.

Sementara perwakilan dari Kalimantan Timur, Gabriel, berkata lebih pedas dan mengancam menindak Edy karena juga menyebut kata monyet, kuntilanak, dan genderuwo dalam video yang viral.

“Sampaikan kepada Edi Mulyadi bahwa monyet, gunderuwo, kuntilanak yang dia katakan, sekarang ada di Jakarta untuk mencari beliau. Inilah keberadaan kami, kami tidak bermain-main tidak hanya sekedar gertak-gertak saja,” kata Gabriel dengan nada tinggi.

Edy Mulyadi disorot publik dan masyarakat di Kalimantan usai melontarkan kritik dan istilah-istilah rasis tentang Kalimantan yang menghina dan melecehkan masyarakat Kalimantan. Ia menyampaikan pendapat dan kritiknya di media sosial berkaitan dengan IKN (Ibu Kota Negara) dan proses pemindahannya.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini