Jembatan Terpanjang di Indonesia Ada di Kepri

0
426
Jembatan Terpanjang di Indonesia Ada di Kepri
Ilustrasi Jembatan.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bakal memiliki Jembatan Pulau Batam dan Pulau Bintan (Jembatan Babin) yang akan dibangun menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.

Jembatan Babin nantinya memiliki panjang 14,74 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp16,91 triliun yang pembiayaannya dilakukan dengan skema Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan, pembangunan akan dilakukan lewat dua tahap yakni pengerjaan jembatan sepanjang 7,98 kilometer dibangun oleh pemerintah secara Viability Gap Fund (VGF) dengan anggaran sebesar Rp13,57 triliun.

Sedangkan untuk sepanjang 6,67 kilometer akan dibangun dengan dana pinjaman luar negeri senilai USD300 juta atau ekuivalen dengan Rp3,34 triliun.

Adapun final busines case (FBC) ini telah disusun oleh Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Bappenas RI, dan akan difinalisasi pada Februari 2022.

“Jembatan Babin inline dengan program pemerintah pusat yang akan menjadikan Kepri sebagai Kawasan Strategis Perekonomian Nasional (KSPN). Nantinya jembatan ini diharapkan dapat memudahkan mobilitas kendaraan dari kedua wilayah,” katanya mengutip laman resmi Pemprov Kepri, Jumat (28/1).

Jembatan Babin nantinya juga bakal melancarkan mobilitas orang, barang, dan uang yang muaranya bisa meningkatkan laju pertumbuhan perekonomian kedua wilayah, dan menjalar ke wilayah-wilayah lainnya.

Sebagai wilayah KSPN, Kepri kemudian dinilai perlu dukungan berbagai infrastruktur penunjang yang memadai. Jembatan Babin pun sudah mulai dirancang oleh Pemprov Kepri sejak tahun 2005, kemudian diperbarui di tahun 2010.

Jembatan itu direncanang untuk bisa dilewati kendaraan dengan kecepatan hingga 80 kilometer per jam.

Juga akan memiliki vertical clearance yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan yaitu Batam-Tanjung Sauh setinggi 27 meter dan Tanjung Sauh-Batam setinggi 40 meter.

“Penetapan vertical clearance tersebut bertujuan agar tidak mengganggu aktivitas lalu-lalang kapal-kapal besar nantinya,” kata Ansar.

Menurutnya, Jembatan Babin didesain dengan sistem satu on/off ramp yang berlokasi di Pulau Tanjung Sauh. Lajur jembatan memiliki lebar 3,6 meter, bahu luar selebar 3 meter dan bahu dalam selebar 1,5 meter, serta lebar median 4 meter.

Jika tidak ada aral-melintang konstruksi nya akan dilakukan tahun ini dan bisa beroperasi 3 tahun setelahnya atau pada tahun 2025.

Ansar pun optimis Jembatan Babin akan menjadi solusi tepat dalam upaya mempercepat pemerataan pembangunan dan perekonomian di Kepri.

Jembatan Babib akan lebih mempercepat lalu lintas dan melancarkan kendaraan dan orang. Sehingga hal tersebut akan berdampak pula pada cepatnya alur barang dan uang yang muaranya akan terwujud pemerataan perekonomian serta kesejahteraan yang adil dan pendidikan yang setara,” katanya. (*)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini