Papua Sudah Genting, Jenderal Dudung dan Panglima TNI Harus Turun ke Papua

0
771
Papua Sudah Genting, Jenderal Dudung dan Panglima TNI Harus Turun ke Papua
Pelantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. (Agus Suparto/Biro Setpres)
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurahman dan Panglima TNI Andika Perkasa diminta terjun langsung ke Papua.

Pasalnya, keadaan di Papua sudah mulai genting akibat serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Apalagi sudah banyak prajurit TNI yang berguguran akibat serangan membabi buta KKB. Terbaru, tiga prajurit TNI tewas ditembak KKB.

Demikian disampaikan politisi partai Demokrat Syarief Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/1/2021).

“Panglima TNI dan KSAD langsung terjun ke Papua sebagai bentuk prihatin, duka, dan memberikan semangat moril bagi Prajurit TNI bertugas,” ucapnya.

Menurut Syarief Hasan, jika Panglima TNI terjun langsung ke Papua, maka akan membuktikan bahwa pemerintah serius menindak KKB.

“Maka akan dipandang sebagai bentuk ketegasan pemerintah dalam menegakkan kedaulatan negara,” ujarnya.

Ia mengatakan, negara dan TNI tidak boleh kalah oleh KKB Papua, segera tindak tegas.

Kendati demikian, Wakil Ketua MPR RI itu mendukung sepenuhnya langkah pemerintah untuk menumpas KKB Papua yang sudah meresahkan masyarakat.

“Saya mendukung penuh langkah penumpasan KKB yang telah meresahkan warga sipil dan merongrong kedaulatan negara,” ungkapnya.

Untuk diketahui, prajurit TNI tewas dalam peristiwa baku tembak dengan KKB Papua di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Kamis (27/1/2022).

Kabarnya total anggota TNI yang tewas menjadi tiga personel.

“Benar, seorang prajurit kembali tewas sekitar sejam yang lalu,” kata Danrem 173 Brigjen TNI Taufan Gestoro, Kamis (27/1) dikutip dari Antara.

“Kontak senjata dilaporkan masih berlangsung. Pratu Rahman dilaporkan meninggal dalam baku tembak di Gome, sekitar pukul 10.00 WIT lalu,” sambungnya.

Taufan sekaligus mengonfirmasi gugurnya Pratu Rahman membuat total tiga prajurit TNI meninggal dalam baku tembak di Gome, Kabupaten Puncak.

Sebelumnya, dua prajurit yang gugur yakni Serda Rizal dan Pratu Baraza yang terkena peluru di bagian perut.

Taufan memastikan ketiga korban merupakan anggota Yonif R 408/SBH yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Daerah Rawan.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini