Minyak Goreng Langka, Eddy Soeparno: Negara Tidak Boleh Kalah dari Kartel

0
2553
PAN 'Mundur' Sebagai Pendukung Penundaan Pemilu, Fokus Persiapan 2024
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno.
Bagikan Berita Ini

Eddy SoeparnoTEROPONGMETRO – Kementerian Perdagangan menurunkan harga Minyak Goreng hingga Rp 11.500, namun minyak goreng jenis ini justru langka di pasaran dan membuat bingung masyarakat.

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengingatkan, masalah minyak goreng sudah menjadi perhatian tersendiri bagi Presiden Joko Widodo. Seharusnya Kementerian Perdagangan bisa serius menyikapi kelangkaan minyak goreng ini.

“Selang sebulan belum juga selesai. Saya kira pejabat kementerian terkait seharusnya lebih serius menyelesaikan masalah minyak goreng ini,” kata Eddy Soeparno kepada wartawan, Minggu (6/2).

Eddy menceritakan, dia menyaksikan sendiri langkanya minyak goreng di beberapa supermarket, dan terpaksa membeli minyak goreng 2 liter seharga Rp 45.000 dari agen.

“Saya sendiri juga merasakan dampak langkanya minyak goreng. Hari ini istri saya pergi ke Supermarket dan minyak goreng non subsidi pun habis tidak ada stoknya. Bisa beli di tempat lain namun dengan harga yang jauh lebih mahal,” katanya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini menegaskan, negara tidak boleh kalah dari kartel dan spekulan mengenai langkanya minyak goreng di pasaran ini.

“Kebijakan yang baik di atas harus didukung dengan pengawasan dan penegakan hukum di lapangan. Jangan sampai negara justru kalah dari kartel dan spekulan,” tegas Eddy.

Eddy juga menambahkan bahwa kasus minyak goreng yang raib ini akan sangat memberatkan warga, emak-emak, hingga pedagang kecil dan UMKM

“Emak-emak sudah resah karena minyak goreng langka. Begitu juga saudara-saudara kita pedagang kecil dan UMKM. Tindakan tegas kepada spekulan dan UMKM. penimbun akan membantu saudara-saudara kita yang membantu karena kelangkaan minyak goreng ini,” tutupnya.(ra)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini