Media Asing Ragu Pariwisata Bali Segera Pulih dan Bangkit

0
1026
Uji Coba tanpa Karantina Masuk Bali Diyakini tak Picu Kenaikan Kasus
Suasana Pantai Kuta-Bali sebelum Virus Corona.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Dibukanya lagi pariwisata Bali bagi penerbangan internasional sejak 4 Februari 2022 menurut media asing TTG Asia kurang memikat kalangan wisatawan mancanegara (wisman). Pasalnya, ada satu masalah fatal yang mengganjal.

Sebagaimana diketahui, semenjak pandemi Covid-19 menyebar tahun 2019 lalu, kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata mengalami penurunan total.

Bagaimana tidak? Jika sebelum pandemi kedatangan bisa mencapai 6,2 juta orang turis asing, tahun 2021 angka ini menjadi turun drastis yakni mencapai 45 orang saja.

Setelah berjibaku dengan polemik aturan, gerbang kedatangan wisman ke Bali pun kembali dibuka lagi. Hal ini terlihat saat Garuda Indonesia membaya 12 penumpang terdiri dari enam WNA dan enam WNI dari Narita, Jepang.

Sejatinya, ini bisa jadi momentum terbaik kebangkitan pariwisata Bali. Namun, hal berbeda diungkapkan oleh media asing besar asal Singapura yang membuat headline: “Kegembiraan Bali yang Kembali Dibuka Buyar Gara-gara Aturan.”

Menurut media TTG Asia, sebab utama sektor penunjang ekonomi Pulau Seribu Pura tak akan bangkit disebabkan fakta adanya aturan karantina yang tetap ada. Meskipun sudah ada pemangkasan karantina dari 10 hari jadi 5 hari.

TTG Asia pun sempat mengutip pernyataan dari Direktur Top Indonesia Holidays, Sugeng Suprianto yang mengatakan jika turis-turis Eropa tak lagi tertarik dengan Bali.

“Wisman Eropa tak terlalu tertarik ke sana. Saya sudah kehilangan banyak klien yang beralih ke Filipina, Kepulauan Maladewa, dan negara lainnya gara-gara mereka tak pakai aturan karantina,” ucap Sugeng, Minggu (13/02/22).

Tak jauh berbeda, pendapat senada juga diutarakan oleh Direktur Pengembangan Bisnis Panorama Destination Ricky Setiawanto yang berkata jika regulasi tersebut bikin beban turis bertambah.

“Turis harus menghabiskan sedikitnya Rp10 juta hanya demi melakoni paket Warm Up Vacation (5 hari/4 malam dengan pilihan hotel untuk karantina). Ini beban bagi turis yang buat mereka piliha destinasi lain,” kata Ricky.

Pernyataan dari media asing ini pun makin membuktikan jika pariwisata Bali masih tertekan dengan regulasi yang buat mereka kian sulit dapatkan wisman lagi. (Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini