Kisah Pak AR Me-Muhammadiyah-kan Warga NU secara Massal dan Singkat

0
3630
Kisah Pak AR Me-Muhammadiyah-kan Warga NU secara Massal dan Singkat
Gus Dur dan Pak AR Fachrudin.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Suatu saat, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengundang salah satu sahabatnya dari Muhammadiyah, KH Abdul Rozak Fachruddin ke Tebuireng, Jombang. Gus Dur bercerita jika Pak AR membuat ratusan orang NU jadi Muhammadiyah dalam satu malam.

Kok bisa?

Pak AR diminta mengisi seusai salat Isya’, Pak AR naik ke mimbar dan mengisi tausiah dengan waktu yang singkat. Hadirin terkesima. Ketika tiba salat tarawih, Pak AR diminta sekalian mengimami. Pak AR tidak bisa menolak.

Kiai AR Fachruddin adalah Ketua Umum Muhammadiyah dari 1971 sampai 1990. Ia dan Gus Dur adalah sahabat baik, karena itu ketika diundang ke Tebuireng, Pak AR, begitu Gus Dur biasa menyapanya, tanpa dua kali berpikir langsung datang. Pun ketika diminta Gus Dur memimpin sholat Tarawih, Pak AR meluluskan permintaan sahabatnya tersebut.

Pak AR lalu memimpin ribuan jamaah sholat tarawih. Tentu saja ratusan jamaah itu adalah orang NU.

Gus Dur bercerita, sebelum mulai mengimami, Pak AR bertanya kepada jamaah. “Ini mau tarawihnya cara NU yang 23 atau Muhammadiyah yang 11 rakaat?”

“NU ” sahut jamaah sholat tarawih di hadapan tokoh besar Muhammadiyah tersebut. Pak AR lalu memulai sholat.

Pak AR mengimami sholat dengan pelan, halus, kalem, tukmaninah, sehingga baru usai delapan rakaat saja, durasinya sholat sudah melampaui sholat tarawih ala NU.

Sebelum melanjutkan ke rokaat 10, masih cerita Gus Dur, Pak AR berbalik dan bertanya kepada jamaah. “Ini mau lanjut 23 rakaat ala NU beneran?”

Para jamaah pun kompak menjawab, “Ala Muhammadiyah saja…” yang disambut tawa jamaah.

Kiai kelahiran Yogyakarta, 14 Februari 1914 itu pun menyelesaikan misinya mengimami sholat tarawih 11 rokaat, bukan 23 rokaat. Selesai sholat, di hadapan Pak AR, Gus Dur berkata kepada para jamaah, “Baru kali ini ada sejarahnya warga NU di kandang NU dimuhammadiyahkan secara massal oleh seorang Muhammadiyah saja .”

Semua orang tertawa, tak terkecuali Pak AR yang wafat di Solo pada 17 Maret 1995.

Kasus itulah yang membuat Gus Dur sering bergurau.”Di dunia ini, hanya pak AR yang sanggup memuhammadiyahkan orang NU secara massal dan singkat”.


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini