Susana Perayaan Nyepi di ‘Kampung Bali’ Desa Patoman Banyuwangi

0
666
Susana Perayaan Nyepi di 'Kampung Bali' Desa Patoman Banyuwangi
Desa Patoman yang menjadi kampung miniatur Bali di Banyuwangi menjadi tempat tinggal 253 kepala keluarga umat Hindu yang sedang merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1944.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Suasana pelaksanaan Hari Raya Nyepi 1944 Saka di Banyuwangi berlangsung khidmat. Beberapa pemukiman warga Hindu di Banyuwangi tampak hening. Tidak ada aktivitas warga apapun di jalan desa maupun di jalan gang sekitar pemukiman. Bahkan setiap pintu masuk jalan desa di tutup menggunakan bambu.

Salah satu desa tersebut adalah Desa Adat Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur. Di Desa ini, rumah-rumah dan tempat ibadah pura nampak tertutup tidak ada aktivitas warga sama sekali, pada Kamis (3/3/2022) pagi. Hanya ada beberapa Pecalang atau petugas keamanan yang berjaga di jalan perempatan desa.

Diketahui bersama, puncak Hari Raya Nyepi dilakukan di dalam rumah masing-masing selama 24 jam.

“Dalam puncak penyepian hari ini, warga tidak melakukan aktivitas, dan hanya berdiam diri di dalam rumah masing-masing,” kata Pemuka Agama Hindu Desa Adat Patoman, Made Hardhana kepada wartawan.

Pelaksanaan Nyepi tahun ini merupakan momen sakral bagi umat Hindu, dimana pada perayaan kali ini ada sebanyak 285 kepala keluarga yang melakukan catur brata.

“Untuk menyempurnakan ibadah penyepiannya, mereka memanfaatkan waktunya untuk melakukan kegiatan keagamaan di dalam rumah, seperti merapalkan doa-doa, membaca kitab suci dan juga saling merefleksikan diri sebagai umat bergama,” pungkas Made Hardhana.

Tapa Brata Penyepian, umat Hindu di Banyuwangi terlebih dahulu menggelar serangkaian upacara. Mulai Melasti, kemudian perayaan Tawur Kesanga, sebelum akhirnya melakukan Catur Brata selama 24 Jam dengan ritual yang meliputi Amati Geni (Tidak menyalakan api), Amati Karya (Tidak bekerja), Amati Lelanguan (Tidak boleh bersenang – senang) dan Amati Lelungan (Tidak bepergian).

Usai 24 jam, ritual Nyepi di Banyuwangi ditutup dengan upacara Ngempak Geni yaitu umat Hindu melakukan Dharma Shanti atau mengunjungi keluarga dan tetangga untuk saling memaafkan satu sama lain.(d1)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini