IMM DKI Jakarta: Jangan Malu Suarakan Budaya Persatuan dan Toleransi

0
300
IMM DKI: Jangan Malu Suarakan Budaya Persatuan dan Toleransi
Pengurus DPD IMM Jakarta, Khoirul Abidin.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Pemuda Indonesia diajak untuk terlibat aktif dalam menyuarakan budaya persatuan dan toleransi di kalangan pemuda.

Pesan ajakan itu disampaikan oleh Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DKI Jakarta, Khoirul Abidin.

Cak Abid menghadiri acara webinar bertema “Meneguhkan Budaya Persatuan dan Toleransi” yang diselenggarakan oleh DPD IMM DKI Jakarta berkolaborasi dengan DPP Pergerakan Milenial Nusantara (Permana) di Gedung ITB Ahmad Dahlan Jakarta Kampus Ciputat.

Dalam acara ini, Cak Abid mengajak pemuda untuk terlibat aktif dalam menyuarakan budaya persatuan dan toleransi di kalangan pemuda.

“Agama dan budaya tidak bisa di hadap-hadapkan satu sama lain apalagi membuat narasi yang kontra produktif, hendaknya dihela dan dirajut dalam satu tarikan nafas dengan semangat budaya persatuan, meneguhkan nilai keberagaman dan toleransi antar sesama,” ujar Cak Abid dalam keterangannya, Selasa (8/3).

Cak Abid yang juga Ketua Umum DPP Permana menilai, penanggulangan paham ideologi maut dan aksi terorisme bukan hanya tugas aparatur keamanan, melainkan juga tugas seluruh elemen bangsa dan negara untuk saling berkolaborasi termasuk generasi milenial.

“Terjadinya aksi teror itu bukan hanya didasarkan agama dan budaya, tapi yang paling fundamental adalah hasrat politik, sehingga yang tadinya mengajarkan perdamaian dan toleransi hanya menjadi komoditas semata demi meraih kepentingan tertentu,” kata Cak Abid

“Terorisme adalah musuh kita bersama dan jangan berikan ruang sedikitpun di Indonesia, harus diberantas sampai ke akar-akarnya,” sambung Cak Abid menegaskan.

Sementara itu, Kasubdit Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayendra Eka Wardhana menegaskan, pihaknya terus mengupayakan untuk memberantas segala bentuk pemahaman yang mengarahkan pada paham radikalisme, aksi terorisme, dan segala bentuk penyelewengan yang memecah belah umat.

“Tahun 2021 sampai 2022 Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 370 orang yang tersangka teroris. Ini kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan banyak jaringan Timur Tengah yang menyebar di seluruh Indonesia,” ujar Mayendra.

Selain itu kata AKBP Mayendra, pihaknya menilai paham radikalisme di Indonesia sudah menyebar ke mana-mana.

“Maka kami dari Densus 88 sangat mengapresiasi diskusi ini, sebagai bentuk edukasi kepada anak muda tentang penting menumbuhkan budaya toleransi untuk mempersatukan semua kalangan tanpa membeda-bedakan suku agama dan ras,” tegasnya.

Secara terpisah, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan ITB Ahmad Dahlan Jakarta, Imal Isti’mal mengatakan, pentingnya budaya toleransi di kalangan pemuda untuk mempererat tali silaturahmi, sehingga mampu menyatukan seluruh kalangan pemuda tanpa membedakan suku, budaya, ras dan agama.

“Diskusi seperti ini harus terus dilakukan untuk memberi pemahaman kepada seluruh anak bangsa bahwa kita itu hidup di bawah naungan Bhinneka Tunggal Ika, dengan memiliki keberagaman yang banyak tapi di satukan dengan budaya toleransi yang saling menghargai satu sama lain,” kata Imal.(ra)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini