Papan Nama Muhammadiyah Di Tampo Banyuwangi Kembali Berdiri

2
13437
Papan Nama Muhammadiyah Di Tampo Banyuwangi Kembali Berdiri
Papan Nama Muhammadiyah Di Tampo Banyuwangi Kembali Berdiri.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Tim Advokat Dan Penasehat Hukum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur bersama warga dusun Krajan desa  Tampo kecamatan Cluring  Banyuwangi  telah memasang kembali papan nama Muhammadiyah yang baru di komplek masjid Al Hidayah, Minggu (13/3/2022). Pemasangan papan nama dibarengi dengan pengajian dan Bakti sosial.

Ketua Tim Advokat Dan Penasehat Hukum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Masbukhin mengatakan pihaknya sudah menempuh jalur kekeluargaan kepada para pelaku namun upaya tersebut tidak diindahkan.

“Kepada para tersangka sudah kami beri surat untuk memasang kembali dan meminta maaf, namun mereka tidak mengindahkan surat kami, terpaksa kami tempuh jalur hukum” ujar Masbukhin.

Pemasangan papan nama Muhammadiyah berlangsung dengan aman tanpa ada perlawanan dari pihak manapun.

Sebelumnya Tim Advokat Dan Penasehat Hukum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur sejak hari Rabu, 09 Maret 2022 hingga Minggu 13 Maret 2022, melakukan penelitian, kajian dan advokasi hukum, serta melakukan traumatic counselling and Healing terhadap warga Muhammadiyah pasca kejadian kekerasan, terror dan Pengrusakan simbol-simbol kehormatan dakwah Muhammadiyah pada tanggal 25 Februari 2022 kemarin.

Papan Nama Muhammadiyah Di Tampo Banyuwangi Kembali Berdiri
Proses pemasangan kembali papan nama muhammadiyah tampo, yang sempat diturunkan oleh warga.

Tim advokat dan penasehat hukum telah mendapatkan serta mengumpulkan semua data-data primer dan sekunder dilapangan, dari ditemukannya fakta hukum dan bukti hukum sebagai berikut:

Tanah wakaf yang dimiliki dan dikelola oleh Persyarikatan Muhammadiyah secara bertahun-tahun dengan bukti kepemilikan otentik dan sah menurut hukum, diatasnya juga berdiri bangunan ibadah berupa Masjid Al-Hidayah untuk tempat ibadah bagi lapisan masyarakat luas tanpa memandang golongan manapun. Demikian juga tempat pendidikan anak-anak bernama PAUD ABA adalah juga untuk masyarakat luas, bagunan tempat parkir, berdiri dan tertancap, 3 (tiga) papan nama yang merupakan simbol kehormatan Dakwah Muhammadiyah, dua diantara papan nama tersebut, telah dengan sengaja dirusak oleh segelintir orang pada tanggal 25 Februari 2022 yang saat ini dalam proses hukum, termasuk pejabat pemerintahan Desa, Pejabat Kecamatan dan Pejabat KUA yang juga kami duga terlibat didalamnya secara tidak langsung.

“ada keterlibatan aparat, termasuk pejabat pemerintahan Desa, Pejabat Kecamatan dan Pejabat KUA yang juga kami duga terlibat didalamnya secara tidak langsung”. Terang Masbukhin kepada wartawan di Banyuwangi.

Menurut Masbukhin para pelaku pengrusakan tidak ada hubungan waris dengan pemilik tanah. “mereka tidak memiliki hubungan kewarisan dengan pemilik tanah asal atau wakif.” Tegas Masbukhin.

Tanah wakaf yang dimiliki dan dikelola Muhammadiyah, diatasnya berdiri bangunan-bangunan dakwah, bangunan pendidikan dan papan nama, ternyata berada di tengah-tengah pemukiman warga yang mayoritas adalah warga Muhammadiyah, dan mereka melakukan kegiatan dakwah dengan cara-cara Muhammadiyah.

Lalu, pengerusakan papan nama yang dilakukan segelintir orang tersebut memang atas nama pribadi-pribadi, dan mereka tidak memiliki hubungan kewarisan dengan pemilik tanah asal atau wakaf. Kemudian pertanyaan hukumnya adalah kenapa segelintir orang-orang tersebut sampai berani melakukan kekerasan dan pengerusakan diatas tanah wakaf yang dimiliki dan dikelola secara nyata serta berada ditengah-tengah warga mayoritas Muhammadiyah.

Tim Advokat dan Penasehat Hukum PWM Jawa Timur menduga segelintir orang tersebut telah mendapatkan pembiaran, justifikasi, legitimasi dan narasi-narasi salah serta perbuatan tersebut didampingi dan disaksikan secara langsung oleh pejabat pemerintahan Desa, Kecamatan, dan KUA, tanpa mereka yaitu Pejabat-pejabat tersebut melakukan pencegahan, tabanyyun, check and re-check, check and balance secara valid dan obyektif terhadap sumber data primer dan sekunder dilapangan.

Sedangkan papan nama yang lama, tetap akan kami pergunakan sebagai barang bukti dalam kasus hukum di Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan nanti.(Tm)


Bagikan Berita Ini

2 KOMENTAR

  1. Alhamdulillah, keadilan hanyalah milik Alloh..
    Semoga yang terlibat, pelaku maupun pendukung pengrusakan mendapatkan hidayah kembali ke jalan yang benar, disembuhkan akal sehatnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini