Kas Muhammadiyah Kosong Butuh 500 Gulden, KH Dahlan Lelang Barang di Rumah Terkumpul 4.000 Gulden

0
1452
Jumlah Kiai Muhammadiyah Terus Menurun, Ini Faktor Penyebabnya
Pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Kas Muhammadiyah kosong dan memerlukan 500 gulden, membuat KH Ahmad Dahlan melelang seluruh barang yang ada di rumahnya. Dalam lelang itu, Kiai Dahlan mengumpulkan lebih dari 4.000 gulden dan barang-barang miliknya tidak dibawa para pembeli.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Pada tahun 1921, pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis memukul kentongan mengundang penduduk kauman berkumpul di rumahnya. Setelah banyak penduduk Kauman berkumpul, Kiai Dahlan menyatakan jika kas Muhammadiyah kosong dan membutuhkan 500 gulden untuk pembiayaan. Karena itu dia hendak melelang semua barang di rumahnya untuk membiayai keperluan sekolah Muhammadiyah.

Seperti dirawikan Drs. Sukriyanto AR., M.Hum. di majalah Suara Muhammadiyah, No. 13/98/1-15 Juni 2013, uang 500 gulden itu diperlukan untuk membayar guru, karyawan, dan membiayai sekolah Muhammadiyah. Kiai Dahlan pun menyatakan melelang pakaian, almari, meja kursi, tempat-tempat tidur, jam dinding, jam berdiri, lampu-lampu dan lain-lain di dalam rumahnya untuk mendapatkan uang.

Penduduk Kauman yang berkumpul di rumah Kiai Dahlan bereaksi macam-macam. Murid-murid Kiai Dahlan yang ikut pengajian Thaharatul Qulub sama terharu melihat semangat pengorbanan gurunya.

Akhirnya para juragan yang menjadi anggota kelompok pengajian Tharatul Qulub itu berebut membeli barang-barang KHA Dahlan. Ada yang membeli jasnya, ada yang membeli sarungnya, ada yang membeli jamnya, almari, meja kursi dan sebagainya. Dalam waktu singkat semua barang milik Kiai Dahlan habis terlelang dan terkumpul uang lebih dari 4.000 gulden.

Namun, setelah pelelangan tidak ada seorang pun yang membawa barang-barang Kiai Dahlan. Para pembeli pamit pulang setelah menyerahkan uang kepada Kiai Dahlan.

Tentu saja KH Ahamad Dahlan heran. ”Saudara-saudara, silahkan barang-barang yang sudah sampeyan lelang itu saudara bawa pulang. Atau nanti saya antar?” tanya Kiai Dahlan.

Seorang juragan yang membeli barang pun berkata, “Tidak usah Kiai. Barang-barang itu biar di sini saja, semua kami kembalikan pada Kiai.”

“Lalu uang yang terkumpul ini bagaimana?“ tanya Kiai Dahlan.

“Ya untuk Muhammadiyah. Kan Kiai tadi mengatakan Muhammadiyah perlu dana untuk membayar gaji guru, karyawan dan membiayai sekolahnya?”

“Ya, tapi kebutuhan Muhammadiyah hanya sekitar 500 gulden, ini dana yang terkumpul lebih dari 4.000 gulden. Lalu sisanya bagaimana?” tanya KHA Dahlan.

“Ya biar dimasukkan saja ke kas Muhammadiyah.”

Pertolongan Allah datang kepada Kiai Dahlan dan Muhammadiyah. Kas kosong dan Kiai Dahlan memerlukan 500 gulden, tetapi diberi lebih dari 4.000 gulden. Masya Allah.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini