Model Rusia ini Berakhir di dalam Koper Setelah Sebut Putin Seorang Psikopat

0
603
Model ini Berakhir di dalam Koper Setelah Sebut Putin Seorang Psikopat
Jasad seorang model Rusia ditemukan di dalam koper lebih dari setahun setelah dia hilang setelah menyebut Presiden Rusa Vladimir Putin seorang psikopat.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Jasad seorang model Rusia ditemukan tersimpan di dalam koper lebih dari setahun setelah dia hilang menyusul kritiknya terhadap Presiden Vladimir Putin yang disebutnya sebagai psikopat.

Dilansir dari Mirror, Rabu, (16/3) Gretta Vedler, 23, terbunuh sebulan setelah dia mengunggah di media sosial yang membahas karakter Puin.

Dia memperkirakan upaya Upaya  untuk “meningkatkan integritas Rusia” akan berakhir dengan air mata.

Setahun setelah kematian Gretta, mantan pacarnya yang  bernama  Dmitry Korovin, 23, mengaku mencekik gadis itu sampai mati setelah sengketa uang di Moskow.

Kamatian Gretta disebut tidak terkait dengan pandangan politik dan analisis pikiran dan motif Putin.

Dmitry mengatakan kepada interogator bahwa dia tidur di kamar hotel selama tiga malam dengan mayat Gretta  yang dia dimasukkan ke dalam koper yang baru dibeli.

Kemudian dia membawa jasad itu sejauh 500 km ke wilayah Lipetsk dan meninggalkannya di bagasi mobil selama lebih dari setahun.

Kepada detektif Dmitry mengaku terus memposting gambar dan pesan di media sosial model, untuk membuat teman-teman Gretta percaya dia masih hidup.

Penemuan jasad Gretta sendiri dimulai dengan kecurigaan Evgeniy Foster, seorang blogger di Kharkiv, Ukraina yang kini hancur lebur oleh pasukan Rusia.

Foster menemukan seorang teman di Moskow untuk mengajukan kasus orang hilang, memicu pencarian yang akhirnya menemukan tubuhnya.

Sebuah video dari Komite Investigasi Rusia menunjukkan Korovin diduga mendemonstrasikan bagaimana dia membunuh model tersebut, dan membuat pengakuan penuh.

Unggahan Gretta tentang Putin pada Januari 2021, sebulan sebelum dia dibunuh, tidak terlihat terkait dengan kematiannya.

Dalam postingannya itu, dia prihatin atas tindakan kerasnya terhadap protes dan apa yang dia lihat sebagai keinginan untuk membentuk Rusia yang lebih besar.

“Mengingat fakta bahwa Putin mengalami banyak penghinaan di masa kanak-kanak, dia tidak bisa membela dirinya sendiri karena bentuk fisiknya [sedikit], tidak mengherankan bahwa dia pergi setelah sekolah hukum dan bergabung dengan KGB,” tulisnya.

Dia menyebut bahwa orang-orang seperti itu pemalu dan takut sejak kecil, takut kebisingan dan kegelapan, orang asing, sehingga sifat-sifat seperti hati-hati, menahan diri, dan kurangnya komunikasi dikembangkan sejak awal dalam karakter mereka.

“Saya hanya bisa berasumsi, menurut pendapat saya, psikopati atau sosiopati yang jelas terlihat dalam dirinya,” tulis Gretta.

Dia menyebut bahwa bagi psikopat, penting untuk terus-menerus mengalami rasa kepenuhan dan ketajaman hidup, sehingga mereka menyukai risiko, pengalaman yang intens, komunikasi yang intens, aktivitas yang intens – kehidupan yang intens dan dinamis.

“Mungkin dia benar-benar ingin meningkatkan integritas Rusia dan dengan tulus mendoakan kebaikan untuk Rusia,” tulis Gretta kala itu.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini