Hasil Survei: 86,6% Penduduk Indonesia Sudah Miliki Antibodi Covid-19

0
369
Hasil Survei: 86,6% Penduduk Indonesia Sudah Miliki Antibodi Covid-19
Ilustrasi.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) melakukan serologi survei nasional untuk mengetahui persentase kekebalan penduduk terhadap virus SARS-CoV-2 atau Covid-19.

Hasil survei tersebut menyatakan sebanyak 86,6% penduduk Indonesia telah memiliki antibodi terhadap Covid-19. Angka ini adalah angka antibodi rata-rata dari masyarakat yang sudah divaksinasi maupun yang belum.

Epidemiolog dari FKM UI Iwan Ariawan mengatakan pada November-Desember 2021, kalau secara umum 86,6% penduduk Indonesia usia 1 tahun ke atas di Indonesia sudah mempunyai antibodi terhadap SARS-CoV-2.

“Jadi ini angka yang besar,” kata Iwan Ariawan keterangan pers dalam acara pemaparan hasil serologi survei nasional yang dipantau dari akun YouTube Kementerian Kesehatan, Sabtu (19/3/2022).

Meskipun memang memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2, kata Iwan, bukan berarti mereka ini tidak bisa terinfeksi. Mereka masih mungkin terinfeksi, tetapi karena memiliki antibodi maka resiko mengalami sakit yang parah kemudian meninggal karena Covid-19 akan jauh berkurang.

Iwan merincikan, dalam survei tersebut terlihat ada 73,9% penduduk yang belum divaksinasi sudah memiliki antibodi terhadap SARS Cov2.

“Dari mana mereka dapat, kalau mereka belum divaksin? Ini adalah mereka yang dapat dari terinfeksi, baik yang mereka tahu maupun mereka yang tidak tahu sudah terinfeksi,” ujar Iwan Ariawan.

Namun terjadi perbedaan kadar antibodi bagi masyarakat yang sudah divaksin pertama kali dan kedua kali. Bagi masyarakat yang baru divaksin pertama, maka persentase penduduk yang punya antibodi mencapai 91,3%. Sedangkan persentase penduduk yang punya antibodi karena sudah dua kali vaksin mencapai 99,1%.

“Orang-orang yang mendapatkan vaksinasi, proporsi antibodi lebih tinggi lagi. Jadi memang disini, kita lihat vaksinasi bermanfaat untuk meningkatkan proporsi penduduk yang memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2,” terang Iwan Ariawan.

Diungkapkan Iwan, sebelum survei ini dilakukan, sudah ada beberapa survei serologi yang dilakukan di Indonesia. Seperti Kota Tangerang melakukan survei dengan metode yang sama di tahun 2020, dengan menggunakan rapid antibody test yang mereka punya saat itu. Hasilnya, ada sebanyak 2,43% penduduk Kota Tangerang memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2.

Begitu juga Provinsi DKI Jakarta pernah melakukan survei yang sama pada Maret 2021, dengan hasil ada sebanyak 44,5% penduduk Kota Jakarta yang memiliki antibodi terhadap SARS Cov2.

Survei dilakukan terhadap 9.563 responden di wilayah aglomerasi (9 provinsi dan 47 kabupaten kota) maupun 11.059 responden di wilayah non-aglomerasi (25 provinsi dan 53 kabupaten kota).

Populasi survei ini adalah penduduk Indonesia yang berusia 1 tahun ke atas. Sampel secara acak terpilih 20 penduduk sebagai sampel utama dan 60 penduduk sebagai sampel cadangan di setiap desa/kelurahan terpilih. Sementara metode sampling-nya adalah stratified two-stage cluster sampling design di setiap kabupaten kota terpilih.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini