Gus Baha: Do’a Qunut Itu Bukan Tentang NU dan Muhammadiyah

0
1608
Gus Baha: Do’a Qunut Itu Bukan Tentang NU dan Muhammadiyah
Kyai Baha’uddin atau Gus Baha.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Doa qunut kata Gus Baha bukan soal perbedaan antara Nahdlatul Ulama atau NU dengan Muhammadiyah. Gus Baha mengulas mengenai doa qunut dalam video yang diunggah halaman Facebook Abas Tatami.

Hadits mengenai doa qunut kata Gus Baha pemilik nama lengkap Kyai Bahauddin Nursalim ini, dijelaskan dalam kitab-kitab Imam Syafi’i.

“Jangan bilang qunut itu NU, tidak qunut itu Muhammadiyah. Karena Qunut itu ada sebelum NU dan Muhammadiyah ada,” kata Kyai Baha’uddin kepada jamaah.

Dia meminta jamaah agar menganalis atau merunut ilmu tidak dengan ukuran awam. Sebagaimana soal qunut yang selama ini dikenal umum sebagai pembeda antara NU dengan Muhammadiyah.

“Sesekali pakai ukuran orang alim,” katanya lagi meminta jamaah menggunakan referensi ahli agama ketimbang informasi dari mulut ke mulut.

Dijelaskannya, imam fikih atau fuqaha yang mengamalkan qunut saat sholat subuh adalah Imam Syafi’i. Sedangkan Imam Hanafi, Imam Maliki, dan Imam Hambali tidak menerangkan soal qunut.

“Berarti Imam Hanifah (Hanafi), Imam Malik, dan Imam Hambali adalah Muhammadiyah, dan Imam Syafi’i adalah NU,” kata Gus Baha berseloroh.

“Makanya kalau saya ditanya, Gus Qunut atau nggak, aku ini ulama dan nggak tahu NU atau Muhammadiyah,” selorohnya lagi.

Dijelaskannya, Imam Syafii menetapkan hukum sunnah melaksanakan qunut saat sholat subuh berdasarkan hadits-hadits yang menjelaskan bahwa Nabi Muammad Saaw juga melaksanakan qunut.

“Nabi hanya qunut kurang lebih sebulan, itupun qunut nazilah. Tapi hukum qunut juga sunnah sampai hari kiamat,” kata Kyai Bahauddin.

Demikian juga dengan hukum sunnah lainnya, di mana Rasulullah tidak selalu mengerjakan. Akan tetapi tetap dinyatakan sebagai sunnah.

Seperti puasa hari Senin dan Kamis sebagai sunnah meskipun Nabi Muhammad tidak selalu mengerjakan puasa Senin dan Kamis.

“Nabi puasa Senin Kamis itu kan jarang-jarang. Tapi puasa Senin dan Kamis hukumnya sunnah sampai hari kiamat,” terangnya.

Begitu juga dengan sedekah, kendati Rasulullah sedekah sekali dua kali, tidak bersedekah setiap saat, tapi hukum sunnah bersedkah ditetapkan sampai hari kiamat.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini