Ibu Kandung Gorok Tiga Anaknya di Brebes, Kemiskinan Kerap Jadi Pemicu

0
2334
Ibu Kandung Gorok Tiga Anaknya di Brebes, Kemiskinan Kerap Jadi Pemicu
Seorang ibu bernama Kanti Utami (35), warga Brebes, menggorok tiga anak kandungnya dengan pisau, pada Minggu (20/3).
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Seorang ibu bernama Kanti Utami (35), warga Brebes, menggorok tiga anak kandungnya dengan pisau, pada Minggu (20/3), diduga akibat stres tak tahan didera kemiskinan. Peristiwa tragis itu berlangsung di rumah pelaku di Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Brebes, Jawa Tengah. Perbuatan KU diketahui oleh tetangga yang mendengar tangisan histeris anaknya.

Saat didatangi, warga mendapati tiga anak KU sedang bersimbah darah. Mereka adalah SA (10), AT (7), dan EM (5). Sempat dilarikan ke Rumah Sakit Aminah Bumiayu, AT akhirnya meninggal, sedangkan SA dan EM masih hidup.

“Saat pintu dibuka, anak yang bernama AT (7) sudah dalam kondisi meninggal dunia. Ada luka sayat di leher,” kata Kapolsek Tonjong AKP M Yusuf, seperti dikutip dari detikJateng, Senin (21/3/2022).

Yusuf mengatakan kedua korban lainnya yang berinisial SA (10) dan EM (5) mengalami luka parah. Tubuh mereka penuh luka sayat.

Kedua anak itu dirawat di RSUD Margono untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Untuk ARK, jenazahnya dimakamkan di TPU Dukuh Sokawera, Desa Tonjong.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tubuh AT mendapat luka sayat di leher kiri sepanjang 12 cm, dengan kedalaman 5 cm.

Sementara itu, Video penangkapan Kanti Utami oleh Polsek Tonjong viral di media sosial. Di video tersebut, Kanti mengaku membunuh anaknya karena tak mau anaknya hidup melarat dan ditekan keluarga seperti yang sudah ia alami.

“Keluarga saya itu hidupnya susah, bingung mau tinggal di mana. Saya mau dibunuh sama Amin (mertua), saya enggak mau. Saya cuma mau tobat sebelum saya mati. Saya cuma mau menyelamatkan anak-anak biar enggak dibentak-bentak. Mendingan mati aja, enggak perlu ngerasain sedih. Harus mati, biar enggak sakit kayak saya dari kecil, enggak ada yang tahu saya memendam (sakit) puluhan tahun,” ujar Kanti.

Menurut tetangga dan teman pelaku yang berbagi cerita di Twitter, Kanti berprofesi sebagai penata rias dan selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung keluarga. Suaminya merantau ke Jakarta, namun sering menganggur. Pelaku disebut sudah memperlihatkan tanda-tanda mental yang terganggu. Kanti juga disebut pernah mengatakan ingin bunuh diri.

Kasus ini memicu dua pendapat besar di Twitter. Sebagian netizen menganggap Kanti sebagai korban kemiskinan struktural, sebagian lain menilai apa pun alasannya pembunuhan anak tak bisa dimaafkan. Hingga saat ini belum ada respons resmi dari Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak maupun Komnas Perempuan atas peristiwa ini.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini