Sekretaris Dikpora Bali Buka Lokakarya Kajian Resiko di Sektor Pendidikan Program UBAH Muhammadiyah

0
1191
Sekretaris Dikpora Bali Buka Lokakarya Kajian Resiko di Sektor Pendidikan Program UBAH Muhammadiyah
Pelatihan Program Ubah berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Selasa-Rabu (22-23/3/2022).
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah gelar pelatihan Program Ubah yang bertujuan untuk menjadi pelopor perubahan perilaku di sekolah melalui kemampuan komunikasi risiko covid-19 secara efektif yang dilakukan secara rutin setiap pekan.

Program ini merupakan Kemitraan antara Australia dan Indonesia dalam kesiapsiagaan bencana, melalui Muhammadiyah. Di antara kegiatannya dikemas dalam program pelatihan perubahan perilaku dan lokakarya perencanaan program di sekolah.

Area manager program UBAH Muhammadiyah Denpasar, Ardi Pratama Mega Putra menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko covid-19 bagi civitas akademik di sekolah-sekolah. Pelatihan yang dilakukan diharapkan mampu menjadikan sekolah semakin peka terhadap kondisi covid-19 yang sedang terjadi.

”Tujuannya peserta memiliki kemampuan untuk melakukan kajian risiko, komunikasi risiko dan penanganan kejadian Covid-19 di sekolah,” ujar Ardi sapaan akrabnya.

Pelatihan Program Ubah berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Selasa-Rabu (22-23/3/2022) hari ini, Ardi menjelaskan bahwa selain mengetahui kondisi covid-19 terkini. Pelatihan juga diharapkan mendorong sekolah untuk menyepakati SOP penegakan prokes.

“Peserta diharapkan dapat mengetahui kondisi terkini dan sekolah menyepakati SOP penegakkan prokes, dan pemantauan kesehatan serta SOP penanganan kejadian di sekolah,” imbunya.

Dalam sambutannya, Sekretaris PDM Kota Denpasar Tatang Wisnu Wardhana mengatakan, untuk membantu pemerintah melawan penyebaran Covid-19 dalam memberikan dan melakukan yang terbaik untuk pemerintah dan masyarakat. Dia melanjutkan, menangani pandemi memang pekerjaan yang cukup menantang dan butuh kolaborasi.

Selain itu, sambung dia, juga perlu memperhatikan banyak faktor. Salah satunya perilaku disiplin menjalani prokes dan pola hidup bersih dan sehat. Karena itu perlu upaya edukasi dan sosialisasi, serta sabar lantaran masih banyak yang abai dan egois.

”Ketika menasihati atau edukasi, kita harus dengan sabar dan beretika,” ujar mantan aktivis Pemuda Muhammadiyah ini.

Tatang Wisnu menyampaikan, untuk keluarga besar bapak-ibu, para relawan dan aktivis pergerakan agar selalu tetap sehat. ”Bagi yang merasa sakit, semangat untuk sehat dan minum vitamin  serta istirahat yang cukup,” ujarnya.

”Insyaallah kita bisa hadapi Covid-19 ini dengan tetap menjaga jarak dan tetap patuhi Prokes dan jangan lupa memakai masker,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan pemuda dan olahraga provinsi bali I Ketut Sudarma memberikan apresiasi yang tinggi kepada pergerakan Muhammadiyah yang selama ini sudah terbukti banyak membantu disisi sosial, kesehatan dan pendidikan.

“Mewakili pemerintah dan pribadi, saya memberikan apresiasi untuk Pergerakan Muhammadiyah walaupun tanpa diminta langsung bergerak,” terang Ketut Sudarma.

Terakhir, Sekretaris Dinas Pendidikan pemuda dan olahraga provinsi bali I Ketut Sudarma mengucapkan selamat kepada peserta dan berharap peserta dapat mengikuti giat ini dengan serius. Agar apa yang diharapkan dapat tercapai dan berguna.

“Dengan memohon restu kepada Tuhan yang maha esa, Lokakarya kajian resiko dan kebijakan pandemic covid-19 pada sector Pendidikan untuk pemangku kepentingan di kota Denpasar secara resmi dibuka, ” ucap I Ketut Sudarma.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 yang terdiri dari unsur perwakilan pemerintah, guru, media, NGO, pelaku bisnis dan relawan covid-19 seperti MDMC, MCCC Muhammadiyah, LazisMU. Sedangkan narasumber adalah Bapak dokter Kadek Iwan Darmawan (Dinas Kesehatan Provinsi Bali), I Gusti Alit Tresna Budi (BPBD Provinsi Bali) dan I Ketut Sudarma (Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga) serta dari tim MDMC PP Muhammadiyah.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini