Kejari Buleleng Tahan Tersangka Korupsi BUMDes Amarta Desa Patas

0
285
Kejari Buleleng Tahan Tersangka Korupsi BUMDes Amarta Desa Patas
Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng menahan tersangka dugaan korupsi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan BUMDes Amarta Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, Hernawati.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng menahan tersangka dugaan korupsi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan BUMDes Amarta Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, Hernawati.

“Saat ini tersangka H ditahan oleh Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Buleleng selama 20 hari sejak tanggal 22 Maret 2022 sampai 10 April 2022 di Rutan Polsek Sawan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buleleng, Rizal Syah Nyaman, dalam siaran persnya, Selasa (22/3/2022).

Menurutnya, pada hari Selasa, 22 Maret 2022 pukul 10.00 Wita bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Buleleng dan Rutan Posek Sawan telah dilaksanakan kegiatan penyerahan tersangka Hernawati dan barang bukti (tahap II) dari Penyidik Kejari Buleleng kepada Penuntut Umum Kejari Bululeng dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi atas nama tersangka Hernawati, mantan Ketua BUMDes Patas) secara virtual.

Dijelaskan, kegiatan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) tersebut disertai dengan penyerahan barang bukti berupa 40 berkas dokumen BUMDes Patas. Penuntut Umum Kejari Buleleng berpendapat bahwa perbuatan tersangka Hernawati sudah memenuhi unsur-unsur delik yang disangkakan kepadanya.

Kata Kajari Rizal Syah Nyaman, pasal sangkaan adalah pertama primair Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Subsidair Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Atau Kedua Pasal 8 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Saat ini tersangka H ditahan oleh Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Buleleng selama 20 hari sejak tanggal 22 Maret 2022 sampai 10 April 2022 di Rutan Polsek Sawan dan terhadap barang bukti berupa dokumen telah disimpan di gudang barang bukti Kejari Buleleng,” ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, selama 20 hari kedepan penuntut umum akan secepatnya melengkapi berkas perkara tersebut untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Denpasar.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini