Putin ke Bali Jadi Sorotan Dunia, Disambut atau Ditolak? Indonesia Tegaskan Tetap Netral

0
366
Putin Bali Jadi Sorotan Dunia, Disambut atau Ditolak? Indonesia Tegaskan Tetap Netral
Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Presiden Rusia Vladimir Putin berencana datang ke Bali, Indonesia. Duta Besar Rusia di Jakarta, Lyudmila Vorobieva sudah mengonfirmasi hal ini.

Pemimpin 69 tahun itu akan hadir langsung di KTT G20, akhir 2022 ini. Sebelumnya, muncul desakan mengeluarkan Rusia dari kelompok itu akibat serangan ke Ukraina.

“Sejauh ini dia (Putin) mau datang ke KTT G20. Tapi tergantung pada situasi,” katanya dalam konferensi pers Rabu (23/3/2022) sore.

Ia pun mengatakan Rusia mendukung presidensi Indonesia di G20. Lagi pula, tegasnya, Indonesia menjadi presiden G20 bukan untuk membahas Rusia-Ukraina melainkan masalah lainnya seperti ekonomi global.

Bagaimana tanggapan dari para Pimpinan Dunia?

Presiden AS Joe Biden mengatakan jika Indonesia dan negara lainnnya tak mau Rusia dikeluarkan dari G20 maka sudah seharusnya Ukraina diundang dalam KTT yang akan diselenggarakan di Bali ini.

Biden berpandangan jika sudah seharusnya Rusia dikeluarkan dari G20. Hal ini ia sampaikan dalam pertemuan dengan para pemimpin dunia di Brussel.

Pertemuan di Brussel, Belgia merupakan pertemuan AS bersama sekutunya dan NATO. Pertemuan yang digelar pada Kamis (24/3/2022) untuk membahas sanksi lanjutan terhadap Rusia.

“Jawaban saya adalah iya. Tergantung pada G20,” kata Joe Biden dilansir Reuters, saat ditanya apakah Rusia harus dikeluarkan dari G20.

“Jika Indonesia dan negara lainnya tidak setuju, maka menurut pandangan saya kiranya perlu juga mengajak Ukraina untuk menghadiri pertemuan,” kata Biden.

Tahun 2022, Indonesia secara resmi memegang Presidensi Group of Twenty (G20) selama setahun penuh. Artinya, Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan perhelatan yang dimulai dari 1 Desember 2021 hingga KTT G20 di November 2022. Serah terima presidensi dari Italia, selaku Presidensi G20 2021 kepada Indonesia, sudah dilakukan secara langsung pada 31 Oktober 2021 di Roma, Italia.

Kemenlu sendiri sudah memberikan pernyataan terkait rencana hadirnya Rusia di KTT G20 di Bali.

“Perlu digarisbawahi, diplomasi Indonesia based on principal. Indonesia dalam mengetuai berbagai konferensi forum atau organisasi selalu berpegang teguh pada aturan rules of procedure dan presidensi yang berlaku, termasuk di G20, ” kata Staf Khusus untuk Penguatan Program-Program Prioritas Kemlu, Dian Triansyah Djani, Kamis (24/3/2022).

“Oleh karena itu, memang menjadi kewajiban untuk semua presiden G20 untuk mengundang semua anggotanya. Kita (Indonesia) akan terus melakukan tugas kita seperti halnya presidensi-presidensi sebelumnya.”

Puncak G20 sebenarya akan berlangsung Oktober. Namun RI sendiri sudah mengirimkan undangan 22 Februari lalu.

Puncak KTT G20 sendiri akan berlangsung dari 30 hingga 31 Oktober. Para pemimpin dunia memang diagendakan hadir.

Pada presidensi kali ini, Indonesia mengangkat tema “Recover Together, Recover Stronger”. Melalui itu, RI berharap bisa mengajak seluruh dunia bekerja sama, saling mendukung pemulihan ekonomi, yang kuat dan berkelanjutan.

Sebelumnya desakan Rusia dikeluarkan dari G20 muncul. Ini akibat serangan negeri itu ke Ukraina sejak 24 Februari.

Untuk hal itu, China kembali pasang badan untuk Rusia. Negeri Presiden Xi Jinping itu menolak seruan mengeluarkan Rusia dari G20.

China mengatakan tidak ada anggota G20 yang memiliki hak mengusir negara lain. Wang meminta ke G20 agar mempraktekkan multilateralisme, memperkuat solidarias dan kerja sama.

“Rusia adalah anggota penting,” kata kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin, dikutip CNN.(CNN)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini