Demokrasi Tanpa Perempuan Tidak akan Seimbang

0
372
Demokrasi Tanpa Perempuan Tidak akan Seimbang
Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Perempuan Dalam Politik Menuju Pemilu 2024 yang diselenggarakan oleh Direktorat Intelkam Polda Bali, Jumat (25/3/2022).
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Partisipasi perempuan di Indonesia dalam giat politik masih terhitung rendah. Reformasi politik di Indonesia sebenarnya memberikan harapan yang besar bagi perempuan yang selama ini hak politiknya masih terpasung. Bercermin dari fenomena itulah, banyak gerakan-gerakan dan sosialisasi yang terfokus pada keterlibatan perempuan dalam gelaran politik.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Perempuan Dalam Politik Menuju Pemilu 2024 yang diselenggarakan oleh Direktorat Intelkam Polda Bali, Jumat (25/3/2022).

Lebih jauh, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Bali itu menjelaskan, minat keterlibatan perempuan sebagai penyelenggara Pemilu masih cukup minim. Ia menuturkan, tidak semua perempuan memiliki akses informasi yang sama. Untuk itu, Bawaslu selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan mengajak kaum perempuan untuk bergabung dalam penyelenggaraan Pemilu, khususnya dalam mengawasi jalannya Pemilu/Pemilihan.

“Peran perempuan dalam Pemilu tidak lepas dari penyelenggara dan pemilih, dan harus kita akui bersama bahwa tidak semua perempuan memiliki akses informasi yang sama. Kami di Bawaslu gencar melakukan sosialisasi terkait dengan hal tersebut,” ujar Ariyani.

Dia juga menambahkan bahwa acara FGD kali ini merupakan salah satu langkah preventif dalam meningkatkan animo perempuan dalam berpolitik. Keikutsertaan perempuan dalam kelas politik dapat menambah wawasan dan pandangan terkait kepemiluan.

“Acara FGD seperti ini sangat baik untuk kita kaum perempuan menambah wawasan. Saya juga sangat terbuka apabila nanti ada diskusi baik dalam forum dan di luar forum. Yang perlu kita ingat, demokrasi tanpa perempuan tidak akan seimbang,” jelas Ariyani menggemakan peran penting perempuan di hadapan peserta FGD.

Selain Ariyani, turut hadir juga sebagai narasumber Anggota KPU Bali, Luh Putu Sri Widyastini, dengan peserta FGD dari perwakilan perempuan partai politik dan anggota Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI).(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini