Jumlah Pemilih Berkurang, KPU Denpasar Gelar Rakor Pemutakhiran DPB

0
300
Jumlah Pemilih Berkurang, KPU Denpasar Gelar Rakor Pemutakhiran DPB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan I pada Kamis (31/3/2022).
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan I pada Kamis (31/3/2022). Acara tersebut berlangsung di Lantai III Aula Kantor KPU Denpasar dan dihadiri perwakilan partai politik dan juga instansi terkait.

Ketua KPU Kota Denpasar I Wayan Arsa Jaya, mengatakan tujuan rapat koordinasi tersebut agar data pemilih dapat diperbarui dengan baik setiap bulan.

“Lewat kegiatan ini semisal ada perubahan data penduduk ya tahu, berapa data yang masuk dan ada data yang keluar. Nanti data yang meninggal dapat diketahui dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), kalau Pengadilan Negeri (PN) ada data yang dicabut hak pilihnya dan dikembalikan hak pilihnya, kalau Polresta data yang pensiun atau yang pindah status jadi Polri,” ujar Arsa Jaya saat ditemui teropongmetro.com pada Kamis (31/3/2022).

Sementara itu, Anggota Divisi Program, Data, dan Informasi KPU Kota Denpasar Dewa Ayu Sekar Anggaraeni menjelaskan total data hasil pemutakhiran per Maret 2022 sebanyak 439.556 pemilih. Data tersebut terbagi ke dalam 4 kecamatan dan 43 Desa dan Kelurahan di Kota Denpasar.

“Rekapitulasi pemutakhiran daftar pemilih Berkelanjutan dengan jumlah sebanyak 439.556, dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 216.654 pemilih, dan pemilih perempuan berjumlah 222.902. Data tersebut dibagi menjadi 4 kecamatan di Denpasar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dewa Ayu Sekar menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Ia menjelaskan data pemilih akan diperbarui setiap bulannya untuk mengetahui jumlah akhir nanti pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Jadi yang dimaksud pemutakhiran itu perubahan data setiap bulannya. Ya pemutakhiran itu maksudnya data terakhir pemilu. Kalau di Denpasar terakhir pada Pilkada 2020. Nah data itu kami perbarui setiap bulannya. Dari setiap bulannya itulah, kami akan mengetahui data terakhir untuk menyongsong pemilu 2024,” jelas Sekar yang juga mantan Guru Yoga ini.

Selanjutnya Dewa Ayu Sekar menjelaskan mekanisme pemutakhiran data pemilih dilaksanakan dengan cara berkoordinasi kepada instansi terkait seperti Disdukcapil, Polresta, TNI dan Dikspora dan lain-lain.

“Mekanismenya data dari Disdukcapil, TNI dan Polri serta instansi lainnya kita sandingkan dengan daftar terakhir yang ada di Sistem Daftar Pemilih (SIDALIH). Kalau belum masuk ya kita masukkan, kalau data ganda otomatis akan tertolak.”

Dalam rakor tersebut, beberapa perwakilan instansi memberikan masukan kepada KPU Denpasar dalam memutakhirkan data pemilih. Salah satunya perwakilan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Denpasar, Putra Wiratma.

Dalam rapat, Putra Wiratma mengusulkan agar KPU Denpasar menjalin kerja sama dengan instansi yang mengurus data. Hal tersebut guna untuk mengetahui alamat pemilih yang susah ditemui supaya mempermudah dalam melakukan uji petik yang dilakukan oleh Bawaslu sebagai uji sampling. Namun Bawaslu menyampaikan apresiasinya kepada KPU dalam melakukan Daftar Pemilih Berkelanjutan secara cermat.

“Karena prinsip dasar pemutakhiran data ada inklusif, jadi hak pilih warga negara harus dilindungi, siapa pun, sepanjang dia masuk sebagai warga negara dan tidak dicabut pemilihnya,” ungkap Pria subur, Dodo sapaan akrabnya saat ditemui setelah acara.

Ketua KPU Kota Denpasar menyambut baik saran dan usulan dari anggota Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Denpasar tersebut.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini