Keistimewaan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan

0
438
12 Keistimewaan Bulan Ramadhan Dalam Al-Qur'an, Pahami Untuk Meraih Keutamaan Bulan Suci
12 Keistimewaan Bulan Ramadhan Dalam Al-Qur'an, Pahami Untuk Meraih Keutamaan Bulan Suci
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Sholat tarawih merupakan sunah yang sangat dianjurkan menurut kesepakatan jumhur ulama. Sholat Tarawih termasuk ibadah qiyamullail, yang banyak disebutkan dalil-dalilnya dalam hadist dan terdapat pula anjuran dalam pelaksanaan qiyamullail serta penjelasan akan keutamaannya yang sebelumnya telah disebutkan dibeberapa kitab Shaum.

Pengasuh Pondok Pesantren Tahfizul Quran dan Ilmu Hadist, Padang Sumatra Barat, KH.Zulkifli Ahmad Jundim Lc mengatakam, qiyam Ramadhan atau mengisi malam-malam Ramadhan dengan mendirikan shalat/tilawat Alquran merupakan ibadah yang paling agung.

“Ibadah ini kesempatan seorang hamba mendekatkan dirinya kepada Allah di bulan yang mulia ini,” kata KH Zulkifli Ahmad Jundim Lc, melalui tausiyah daringnya, Senin (4/4/2022).

Menurutnya ada dua jihad dalam diri seseorang di dalam bulan Ramadhan. Pertama, berpuasa di waktu siang hari menahan lapar dan haus serta tundukan pandangan. Dan kedua jihad di waktu malam hari untuk menghidupkan malam dengan Qiyamullail,” katanya.

“Maka barang siapa yang menghimpun dua jihad ini sekaligus Maka Allah akan memberikan pahalanya kepadanya tanpa ada batasan,” katanya.

Mengisi malam Ramadhan dengan sholat dan tilawat Alquran sangat dianjurkan.

Dasar hukumnya dari menghidupkan malam Ramadhan adalah, ada dalam hadist, dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadhon dengan penuh keimanan dan mengharap pahala kepada Allah, akan diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu.”

Yang dimaksud dengan ‘man qoma ramadhona / مَنْ قَامَ رَمَضَان) adalah mendirikan shalat dan tilawat qur’an pada malam-malam Ramadhon. Maksud dari ungkapan ( imanan/إِيمَانًا ) adalah meyakini dengan sepenuhnya kepada janji Allah akan pahala yang telah disiapkan.

Maksud dari ungkapan ‘wahtisaban/وَاحْتِسَابًا) adalah hanya mengharap pahala semata tidak ada tujuan yang lain baik itu riya’ dan yang sejenisnya. Adapun maksud dari ungkapan

*غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبه/ghufiralahu maa tawaddamma min zambikh*

Yang diampuni adalah mencakup semua dosa kecil dan semua dosa-dosa besar.

KH Zulkifli mengatakan, ada waktu paling utama saat Ramadhan, yaitu di sepuluh malam yang terakhir terdapat malam Lailatul Qadar yang Allah telah mengabadikannya dalam firman-Nya:

 لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (سورة القدر: )3

Malam lailatul qadar adalah lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadar: 3)

Jika kita ibadah di malam tersebut, maka kita seakan ibadab 83 tahu. Untuk itu umat Islam harus menyiapkan waktu mengejar malam Lailatul Qadar.

“Seribu bulan sama dengan ibadah 83 tahun Wallahu A’lam. Semoga Allah terima amal ibadah Ramadhan kita semua,” katanya.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini