Gandeng Dikspora Bali, MDMC Denpasar Hasilkan Kesepakatan Model Pentahelix untuk Percepatan Penanganan Covid-19 di Sektor Pendidikan

0
324
Gandeng Dikspora Bali, MDMC Denpasar Hasilkan Kesepakatan Model Pentahelix untuk Percepatan Penanganan Covid-19 di Sektor Pendidikan
Loka karya kajian resiko dan kebijakan penanganan pandemi covid-19 pada sektor pendidikan untuk pemangku kepentingan di Kota Denpasar yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Jl. Raya Puputan No.11 Dangin Puri Klod, Kota Denpasar.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Sebagai pelaksana program Usaha Berubah Hadapi Covid-19 (UBAH) Kemiteraan LPB Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kesiapsiagaan dan Kementerian Australia, kali ini Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Denpasar bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali dalam menangani penyebaran covid-19.

Program itu diadakan dalam bentuk loka karya kajian resiko dan kebijakan penanganan pandemi covid-19 pada sektor pendidikan untuk pemangku kepentingan di Kota Denpasar yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Jl. Raya Puputan No.11 Dangin Puri Klod, Kota Denpasar.

Manajer UBAH Area Denpasar, Ardi Pratama Megaputra mengatakan, kegiatan tersebut menghasilkan program kolaborasi dan koordinasi yang menghasilkan kesepakatan dengan model Pentahelix dalam rangka menangani covid-19 di sektor pendidikan.

“Hasil koordinasi dan kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi rekomendasi dalam kegiatan Table Top Exercise (TTX) untuk guru dan tenaga kependidikan dalam program UBAH MDMC area Denpasar yang dilaksankan dari Bulan Desember-April 2021,” kata pria yang juga aktivis Muhammadiyah Bali, Kamis (14/4/2022) malam.

Lebih lanjut, Ardi Pratama sapaan akrabnya menjelaskan, kolaborasi dan koordinasi dengan model Pentahelix ini bertujuan untuk menghasilkan kesepakatan antar pemangku kepentingan, untuk bersama-sama mengawal percepatan penanganan covid-19 di sektor Pendidikan.

“Agar sekolah-sekolah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka penuh dan tidak lagi dengan pembelajaran tatap muka terbatas. Tentunya tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali I Ketut Sudarma, sangat mengapresiasi hasil loka karya kajian resiko dan kebijakan penanganan pandemi covid-19 pada sektor pendidikan untuk pemangku kepentingan di Kota Denpasar. Apresiasi itu disampaikan Ketut Sudarma saat menyampaikan sambutan pada kegiatan tersebut.

“Apresiasi saya kepada Muhammadiyah. Dan semua pihak yang terlibat dalam loka karya kajian resiko dan kebijakan penanganan pandemi covid-19 pada sektor pendidikan untuk pemangku kepentingan di Kota Denpasar, sehingga mampu memberikan banyak manfaat kepada sekolah,” ujar Ketut Sudarma.

Dilain Pihak, Ketua Muhammadiyah Kota Denpasar Khusnul Fahmi menambahkan, lokakarya ini tujuannya untuk koordinasi antarpemangku di Kota Denpasar dalam upaya penegakan prokes dan penanganan Covid-19 di sektor pendidikan. ”Mengidentifikasi pemetaan peran pemangku kepentingan di sektor pendidikan,” jelas Khusnul Fahmi.

Adapun indikator kegiatan tersebut, menurut Khusnul Fahmi adalah pemangku kepentingan dalam hal ini dinas terkait, stakeholder, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan berpartisipasi dalam acara lokakarya menjadi poin bagi penyelenggara.

”Pemangku kepentingan memiliki kepedulian dalam penerapan penegakan prokes di sektor pendidikan terutama di klaster pendidikan,” pungkasnya.

Kegitan ini dihadiri 30 pemangku kepentingan lintas sektor baik dari pemerintah maupun dari organisasi-organisasi terkait khusunya yang bergerak di sektor pendidikan. Diantaranya adalah Dinas Kesehatan, SATGAS Covid-19, Dinas Pendidikan, Pemuda Olahraga, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD).

Sementara dari unsur civil society seperti Dikdasmen Muhammadiyah dan Aisyiyah, Universitas Warmadewa dan ITBM Bali, PGRI, Pengelola Pendidikan mulai tingkat SD, SMP dan SMA, Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS), Organisasi Kepemudaan (OKP), Pelaku Usaha dan Jurnalis. Turut hadir, Rahmawati Husein selaku MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Hasrina dari Siap Siaga.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini