Profil Partai Ummat, Parpol Pendatang Baru Besutan Amien Rais

0
855
Profil Partai Ummat, Parpol Pendatang Baru Besutan Amien Rais
Pendiri Partai Ummat, Prof. Amien Rais.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Partai Ummat merupakan salah satu partai politik pendatang baru di Indonesia. Meski usianya masih belia, partai ini sudah cukup dikenal di kancah perpolitikan tanah air.

Di tubuh partai tersebut, terdapat nama-nama besar seperti mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais hingga mantan Menteri Kehutanan MS Kaban.

Sejarah berdirinya partai

Partai Ummat lahir dari keretakan di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN), partai yang lama menaungi dan membesarkan nama Amien Rais. Dalam Kongres V PAN yang digelar Februari 2020, Zulkifli Hasan ditetapkan sebagai Ketua Umum PAN.

Amien Rais yang mendukung Mulfachri Harahap dalam pemilihan Ketum PAN menganggap, Zulkifli keliru karena berencana merapat ke koalisi pemerintah. Atas perbedaan pandangan tersebut, Amien memutuskan hengkang dari PAN bersama anaknya, Hanafi Rais.

Dari situlah, Amien berkeinginan membentuk partai baru dengan semboyan “Lawan kezaliman dan tegakkan keadilan” dengan asas rahmatan lil alamin.

Pada 1 Oktober 2020, Amien mengumumkan partai baru yang didirikannya bernama Partai Ummat. Partai itu dideklarasikan secara resmi enam bulan setelahnya atau 29 April 2022.

Logo perisai tauhid

Logo Partai Ummat menyerupai perisai dengan latar hitam dan garis tepi berwarna emas. Di tengahnya terdapat gambar bintang warna emas pula. Lambang tersebut oleh Partai Ummat diberi nama “perisai tauhid”.

Menurut Amien Rais, bintang merupakan simbol sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa pada dada burung Garuda. Sementara, warna hitam dan perisai emas terinspirasi dari kiswah Kabah.

Warna itu, menurut Partai Ummat, merupakan pancaran autentik dari tiga kalimat, yaitu syahadat, kalimah thayyibah, dan kalimah pembebesan.

Ketua umum termuda

Partai Ummat diketuai oleh Ridho Rahmadi, yang tidak lain adalah menantu Amien Rais. Ridho merupakan suami dari Tasniem Fauzia Rais, putri keempat dari Amien. Lahir 13 April 1985, Ridho menjadi ketua umum partai politik termuda di Indonesia.

Sebelum terjun ke politik, Ridho merupakan dosen Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Ridho meraih gelar doktor pada tahun 2019 di Radboud University, salah satu universitas di Nijmegen, Belanda.

Setelah mendapatkan gelar PhD-nya di Belanda, Ridho menjadi peneliti tamu di Carnegie Mellon University, Amerika Serikat.

Struktur organisasi

Meski terbilang baru, Partai Ummat tidak hanya diisi oleh politikus muda, tetapi banyak juga yang dari kalangan senior.

Berikut struktur organisasi Partai Ummat:

Majelis Syuro Partai Ummat

Ketua Majelis Syuro: Amien Rais

Wakil Ketua 1: MS Kaban

Wakil Ketua 2: Thalib Sagaf Aldjufri

Sekretaris: Ansufri Idrus Sambo

DPP Partai Ummat

Ketua Umum: Ridho Rahmadi

Sekretaris Jenderal: Ahmad Muhadjir Sodrudin

Bendaraha Umum: Benny Suharto

Visi dan misi

Visi Partai Ummat

Terwujudnya Indonesia sebagai negeri Baldatun Tayyibatun wa Rabbun Ghafur dengan menegakkan nilainilai ilahiah, ukhuwah (persaudaraan umat), musawah (kesamaan) dan ‘adaalah (keadilan) dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Misi Partai Ummat

Mewujudkan kehidupan kebangsaan yang dirahmati Allah yang memegang teguh nilai-nilai Ilahiah dengan tetap menjaga nilai luhur budaya bangsa serta mengembangkan semangat perdamaian, toleransi, saling menghormati, dan bekerja sama;

Mewujudkan kekuasaan pemerintahan yang adil, amanah dan bertanggung jawab secara konstitusional melalui pemilihan umum yang jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia;

Mewujudkan pemerintahan yang amanah, kuat dan berwibawa, bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, serta menegakkan transparansi, akuntabilitas, maslahat umum dan sistem meritokrasi;

Mewujudkan sistem ekonomi Indonesia yang makmur dan berkeadilan berdasarkan Pancasila sesuai dengan UUD NRI 1945;

Mewujudkan kedaulatan pangan, energi dan air;

Menegakkan hukum yang adil tanpa diskriminasi melalui aparat dan institusi hukum yang bersih, mandiri, dan profesional;

Mewujudkan kebebasan pers yang bertanggung jawab yang dilandasi oleh hukum dan etika moral sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar, objektif, transparan dan bertanggung jawab;

Mewujudkan kualitas pendidikan yang holistik, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni untuk mewujudkan sumber daya manusia Indonesia, khususnya generasi muda milenial yang memiliki kesadaran Ilmiah, berakhlak mulia, profesional, dan memiliki jiwa nasionalisme Indonesia;

Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan perempuan melalui perlindungan, pemberdayaan, dan optimalisasi perannya untuk kemaslahatan umat;

Memperjuangkan kemudahan berusaha, pemberdayaan ekonomi umat, perlindungan, peningkatan kesejahteraan dan jaminan bagi pelaku usaha kecil, menengah, dan koperasi;

Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan jaminan atas hak-hak tenaga kerja, petani, dan nelayan;

Menciptakan tatanan kehidupan sosial yang saling menghormati serta mengembangkan daya cipta, rasa, dan karsa yang unggul serta mengedepankan kearifan lokal sebagai kekayaan budaya nasional;

Meningkatkan perlindungan dan jaminan atas pendidikan kesehatan dan lapangan kerja bagi seluruh rakyat Indonesia.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini