PAN Siapkan Langkah Hukum dalam Menghadapi Somasi Ade Armando

0
1002
Sekjend PAN Eddy Soeparno Laporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya
Sekjend PAN Eddy Soeparno dan Ade Armando.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Partai Amanat Nasional (PAN) merespons somasi yang dilayangkan Ade Armando terhadap Sekretaris Jenderal (Sekjend) Eddy Soeparno terkait cuitan di Twitternya.

Wakil Sekjen PAN Slamet Ariyadi menegaskan bahwa sekjen merupakan simbol dan kehormatan, sehingga partai yang akan merespons somasi.

“Ketum dan Sekjen adalah simbol dan kehormatan partai. Jika ada tuduhan terhadap mereka berarti berurusan dengan lembaga dan bukan lagi individu. Kami di PAN akan merespons dengan tindakan yang terukur, bermartabat dan dalam koridor hukum yang berlaku,” kata Slamet dalam keterangannya, Senin (18/4).

Slamet menilai somasi yang dilayangkan salah alamat. Menurut dia, Ade Armando dan kuasa hukumnya hanya menyimpulkan sendiri cuitan Eddy dengan menganggap inisial AA sebagai Ade Armando.

Dia menegaskan bahwa Eddy tak pernah menyebut nama Ade Armando secara gamblang. Dia lantas menyarankan agar Ade Armando fokus pada pengusutan para pelaku pengeroyokan.

Selain itu, Slamet juga menyarankan kuasa hukum meminta kejelasan perihal status Ade Armando sebagai tersangka kasus penistaan agama.

“Semua juga bisa membaca berita dan informasi yang menyebutkan SP3 Ade Armando dicabut PN Jakarta Selatan dan dianggap tidak sah. Seharusnya Kuasa Hukum sibuk memperjelas ini demi kebaikan Ade Armando sendiri. Bukan malah sibuk kirim Somasi kesana-kemari,” kata Slamet.

Sebelumnya, Sekjen PAN Eddy Soeparno mengunggah cuitan usai Ade Armando jadi korban penganiayaan massa di lokasi demo dekat Gedung DPR, Jakarta pada 11 April lalu.

Dia tidak menyebut Ade Armando secara gamblang dalam cuitannya. Eddy hanya menggunakan inisial AA.

“Saya mendukung pengusutan dan tindakan hukum kepada pelaku kekerasan terhadap AA, tapi saya juga mendukung tindakan hukum yang tegas kepada mereka yang menistakan agama dan ulama, termasuk AA,” demikian cuitan Eddy melalui akun Twitternya @eddy_soeparno pada 12 April 2022.

Dalam cuitan itu, Eddy hanya menyebut inisial AA, tanpa menyebut nama secara lengkap yang mengarah kepada Ade Armando. Cuitan ini dipermasalahkan Muannas karena merasa inisial AA tersebut adalah Ade Armando yang sehari sebelumnya dikeroyok massa demo 11 April 2022.

Pegiat media sosial Ade Armando melalui kuasa hukumnya Muannas Alaidid lantas melayangkan somasi. Ada empat poin dalam somasi yang dilayangkan 14 April lalu.

Secara garis besar, pihak Ade Armando menganggap cuitan Eddy mengarah kepada pencemaran nama baik. Sehingga menambah deretan isu yang menenggelamkan isu suci yang diperjuangkan para Demontrans Mahasiswa pada tanggal 11 April 2022.

Eddy diberikan waktu 3×24 jam untuk menjawab somasi. Bila dalam kurun waktu tersebut tak ada iktikad baik, Muannas berencana melayangkan gugatan pidana dan perdata kepada Eddy.

“Apabila dalam waktu 3×24 jam saudara tidak menghapus cuitan tersebut dan segera meminta maaf kepada klien kami melalui akun Twitter saudara, maka kami akan melakukan gugatan/tuntutan pidana dan perdata,” tulis Muanas dalam surat somasinya, dikutip dari detikcom, Senin (18/4).(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini