Mengenal Tokoh Reformasi Amien Rais, Pimpin Muhammadiyah, MPR hingga Dirikan 2 Partai Politik

0
774
Mengenal Sosok Amien Rais, Pimpin Muhammadiyah, MPR hingga Dirikan 2 Partai Politik
Prof. DR. KH. Amien Rais. MA.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Mohammad Amien Rais genap berusia 78 tahun. Sejumlah jabatan pernah diemban pria kelahiran Surakarta, 26 April 1944 tersebut.

Amien Rais dikenal sebagai akademisi, tokoh agama, dan politikus yang kerap mengkritisi pemerintah. Sejumlah jabatan di Muhammadiyah, lembaga negara, dan partai politik pernah dan masih diembannya.

Berikut empat fakta hasil rangkuman yang dapat di tampilkan tentang Prof. Amien Rais:

  1. Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah

Masuk jajaran PP Muhammadiyah sejak 1985, Amien Rais kemudian menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah 1995-1998. Amien Rais terpilih menakhodai Muhammmadiyah dalam Muktamar Muhammadiyah di Banda Aceh.

Seharusnya, masa jabatan Amien Rais sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah adalah 1995-2020. Namun, pada 1998 Amien Rais terjun ke politik praktik dan mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN). Jabatan Ketua Umum PP Muhammadiyah kemudian diemban Ahmad Syafii Maarif.

  1. Mendirikan Partai Amanat Nasional

Setelah Soeharto lengser dari kursi Presiden pada 21 Mei 1998, berakhirlah era Orde Baru. Kemudian, muncullah era Reformasi.

Partai politik baru bermunculan. Salah satunya Partai Amanat Nasional (PAN). Amien yang Rais menjadi salah satu pendiri partai yang dideklarasikan pada 23 Agustus 1998 tersebut. Amien menjadi ketua umum PAN hingga 2005.

  1. Menjadi Ketua MPR RI

Pada Pemilu 1999, Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipimpin Amien Rais memperoleh 7,12 persen suara. PAN berada di urutan kelima setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pada 3 Oktober 1999, Amien Rais terpilih menjadi Ketua MPR RI setelah mengalahkan Matori Abdul Djalil. Amien Rais memperoleh 305 suara, sementara Matori 279 suara. Amien pun kemudian memimpin sidang-sidang MPR yang kemudian menghasilkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden dan Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden.

  1. Mendirikan Partai Ummat

Perjalanan politik Amien Rais di PAN berakhir pasca-Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tengah, Februari 2020. Jagoannya di Kongres yakni Mulfachri Harahap, kalah dari petahana, Zulkifli Hasan.

Pada 21 Juli 2020, Amien Rais menyebut dirinya sudah tidak ada di Partai Amanat Nasional (PAN). Amien menyebut dirinya dikeluarkan dari partai yang didirikannya pada 23 Agustus 1998 tersebut.

“Saya sudah tidak di PAN sama sekali. Saya sudah dikeluarkan oleh anak buah saya karena berbeda prinsip,” ujar Amien dalam diskusi ‘Bahaya Komunisme Di Dunia Islam – Prof Dr H Muhammad Amien Rais & KH Tengku Zulkarnain’ yang juga ditayangkan di channel YouTube UTZ Official.

Amien kemudian mendirikan Partai Ummat yang dideklarasikan pada 29 April 2021 bertepatan dengan 17 Ramadhan 1442 Hijriah. Di partai baru tersebut, Amien menjabat sebagai Ketua Majelis Syura.(Si)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini