PAN Minta Jubir PSI Akui Sebar Hoax Anies Terkait Kaos Kampanye ke Pemudik

0
348
PAN Minta Jubir PSI Akui Sebar Hoax Anies Terkait Kaos Kampanye ke Pemudik
PAN Minta Jubir PSI Akui Sebar Hoax Anies Terkait Kaos Kampanye ke Pemudik.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – PAN menanggapi klarifikasi juru bicara PSI Sigit Widodo yang ogah disebut telah menyebar hoax di Twitter setelah menarasikan Gubernur DKI Anies Baswedan membagikan kaus kampanye pilpres kepada para pemudik. PAN meminta Sigit mengakui saja telah menyebar hoax tentang kaus kampanye Anies tersebut.

“Saya meminta jubir PSI Sigit Widodo jangan ngeles, dan mengakui bahwa dirinya sudah menyebarkan hoax tentang kaus Anies presiden,” kata jubir muda PAN Dimas Prakoso Akbar saat dihubungi, Sabtu (30/4/2022).

Dimas kemudian mengulas cuitan Sigit yang membuat heboh tersebut. Dimas menilai tone pernyataan Sigit di akun resmi Twitter-nya jelas-jelas berisi tudingan tanpa proses cek terlebih dahulu.

“Sigit menuliskan, ‘sekarang malah beredar video Pak Anies Baswedan membagi-bagikan kaos kepada para pemudik menggunakan seragam gubernur’. Tone dari kalimat itu sudah jelas menuding tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu,” lanjut Dimas.

Dimas mengkritik cara Sigit yang mengaku hendak meminta klarifikasi kepada Anies Baswedan tetapi malah diawali dengan tuduhan. Dia lantas menyinggung predikat Sigit sebagai juru bicara partai yang dia nilai seharusnya menguasai kemampuan public speaking.

“Meski di akhir kicauan Sigit menanyakan klarifikasi, di awal kicauan Sigit sudah menuduh terlebih dahulu. Bukan seperti itu cara yang tepat dalam meminta klarifikasi, apalagi konon menyandang predikat juru bicara yang seharusnya menguasai ‘public speaking’,” katanya.

Lebih lanjut Dimas membela Anies hanya membagikan perlengkapan kesehatan, seperti masker, sanitasi tangan, dan tisu basah. Dia mengaku telah mengkonfirmasi hal tersebut kepada Wakil Ketua PMI DKI Jakarta Andi Angger Sutawijaya yang berada di lokasi.

“Sudah jelas yang dibagikan Gubernur Anies Baswedan adalah medical kit berisi masker, hand sanitizer, tisu basah, dan lain-lain, tanpa ada kaus. Gambarnya bisa di-zoom dan Wakil Ketua PMI DKI Jakarta Andi Angger Sutawijaya juga sudah mengkonfirmasi bahwa yang dibagikan Pak Gubernur adalah medical kit yang bersumber dari PMI DKI Jakarta,” lanjut dia.

Berdasarkan hal tersebut, Dimas meminta Sigit beserta PSI segera meminta maaf dan meralat pernyataannya. Dia mengkritik tajam yang dilakukan Sigit sekadar cari sensasi kepada Anies Baswedan.

“Jadi sebaiknya Sigit Widodo segera minta maaf dan meralat kicauannya karena apa yang dilakukan Sigit dan teman-teman PSI merupakan serial cari sensasi ke Gubernur Anies tetapi minim substansi. Selalu berujung memalukan dirinya sendiri,” kata dia.

Cuitan Sigit PSI
Sigit awalnya mengunggah sebuah video lewat akun Twitter-nya seperti dilihat, Kamis (28/4/2022). Sigit menarasikan Anies membagikan secara langsung kausnya saat mengenakan seragam gubernur. Sebagai kalimat penutup cuitannya, Sigit meminta Anies atau relawan mengklarifikasi video yang dia unggah.

“Sekarang malah beredar video Pak @aniesbaswedan membagi-bagikan kaosnya kepada para pemudik dengan menggunakan baju seragam gubernur. Itu kegiatan Pemprov @DKIJakarta yang menggunakan uang rakyat Rp 13,7 miliar dana APBD. Mungkin Pak Anies atau relawannya bisa klarifikasi?” demikian cuitan Sigit.

Dimintai konfirmasi soal tudingan sebar hoax, Sigit menantang pembuktian paket yang dibagikan tidak ada kaos. Sigit kemudian menyinggung soal sosok pria dalam video yang mengenakan kaus kampanye saat mendampingi Anies membagikan bungkusan.

“Di dalam twit pertama, saya jelas meminta klarifikasi dari Pak Anies apakah beliau mengetahui baju kampanye Pak Anies sebagai presiden dibagikan pada kegiatan mudik gratis,” ujar Sigit kepada wartawan, Jumat (29/4).

“Di twit kedua, saya memposting video yang beredar dan menampilkan Pak Anies tengah memberikan bungkusan yang terlihat seperti kaus. Kalau itu diklaim bukan kaus, silakan dibuktikan saja. Tapi jangan lupa, kalaupun itu bukan kaus, di video jelas terlihat ada orang yang mengenakan kaus kampanye tersebut dan mendampingi Pak Anies membagi-bagikan bungkusan tersebut. Artinya ada kampanye politik terselubung dilakukan pada acara tersebut. Itu intinya,” imbuh Sigit.

Sigit menerangkan substansi cuitan yang dibuat mempertanyakan dugaan penyalahgunaan wewenang kepala daerah. Di mana, lanjut Sigit, ada APBD yang digunakan setiap program daerah.

“Substansi twit saya mempertanyakan kemungkinan terjadinya penyalahgunaan wewenang seorang gubernur pada kegiatan yang dibiayai APBD sebesar Rp 13,7 miliar. Gubernur menggunakan acara yang dibiayai oleh rakyat untuk berkampanye,” katanya.

Sigit mengatakan kerap menemukan foto pemudik menggunakan kaus kampanye di acara mudik gratis, termasuk kaus bergambar Anies Baswedan.

“Banyak sekali foto pemudik menggunakan kaus kampanye tersebut dalam acara mudik gratis, bahkan ada yang berfoto dengan Pak Anies. Justru menurut saya pihak yang mengklaim pemudik membawa kaosnya sendiri yang menyebarkan hoax. Kaos yang dikenakan terlihat tidak pas badan dan dipakai dobel di atas baju lain. Jakarta, terutama Pulogebang, bukan tempat yang dingin untuk mengenakan baju berlapis-lapis,” ujarnya.

“Logikanya, kaos itu dibagikan di lokasi, entah oleh siapa. Kalau Pak Anies tidak mendukung kegiatan pembagian kaos tersebut, tentu beliau tidak akan membiarkan ada orang yang mengenakan kaos itu mendampinginya di dalam bus atau berfoto-foto dengan beliau. Itu yang seharusnya dijawab dan diklarifikasi, bukan malah menuduh saya menyebarkan hoax,” lanjut Sigit.(d1)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini