Lebaran Berpotensi Kompak, PWNU Jatim: Hari Ini Terakhir Puasa, Idul Fitri Hari Senin 2 Mei 2022?

0
1197
PWNU Jatim: Hari Ini Terakhir Puasa, Lebaran Hari Senin 2 Mei 2022?
Kiai Marzuqi saat memberangkatkan peserta mudik gratis yang diselenggarakan PWNU Jatim, Sabtu (30/4/2022).
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuqi Mustamar mengungkap kemungkinan waktu Lebaran 2022. Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh pada Senin, 2 Mei 2022.

Hal ini disampaikan Kiai Marzuqi saat memberangkatkan peserta mudik gratis yang diselenggarakan PWNU Jatim, Sabtu (30/4/2022).

Kepada pemudik, Kiai Marzuqi menyebut ibadah Salat Tarawih terakhir pada Ramadan tahun ini digelar Sabtu (30/4/2022).

Dengan kata lain, Minggu menjadi waktu terakhir pelaksanaan puasa atau bukan Ramadan.

“Nanti malam ada Tarawih. Insya Allah, nanti (salat) Tarawih terakhir. Besok sudah tidak ada Tarawih,” kata Kiai Marzuqi pada sambutannya.

Sekalipun demikian, PWNU Jatim memastikan, bahwa untuk mengetahui saat waktu memasuki 1 Syawal tetap akan menggunakan rukyatul hilal atau pengamatan terhadap bulan.

Walaupun, ada sejumlah kriteria yang menyebut kemungkinan 1 Syawal bertepatan pada Senin (2/5/2022). Ini terlihat dari potensi ketinggian hilal yang diprediksi telah di atas 3 derajat.

“Nampaknya kalau kami lihat, secara hitungan hisab sudah 3,6 derajat. Maka sangat mungkin (hilal) untuk bisa dilihat. Kalau saat penentuan Ramadan kemarin, sulit dilihat, sebab masih di bawah 2,5 derajat,” ungkap Kiai Marzuqi.

Untuk diketahui, Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) telah menyampaikan kriteria baru penentuan hilal. Hasil rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Kriteria ini merupakan pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni ketinggian 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat.

“Kalau Menteri memang 3 derajat. Kalau NU, tidak menentukan besaran derajatnya. Terpenting sudah bisa dilihat, maka diamalkan sebagai keyakinan bahwa itu telah masuk Syawal,” katanya.

Pihaknya menegaskan, bahwa penentuan rukyat hilal masih akan dilakukan sebagaimana perintah Rasullulah.

“Pedomannya pada hadis Nabi jelas, puasalah kalian apabila melihat hilal atau ber-Hari Rayalah kalian kalau sudah melihat hilal,” jelas Kiai Marzuqi.

“Hisab memang bisa digunakan, namun sebagai pengantar atau untuk mempermudah melakukan rukyat hilal. Yakni setiap tanggal 29 bulan Hijriah. Di NU, kajian ini sebenarnya bukan hanya Ramadan, tapi tiap bulan Hijriah,” tambahnya.

Bahkan, PWNU Jatim telah menginstruksikan 44 Cabang PCNU di 38 kabupaten/kota untuk melakukan rukyat hilal.

“Umpama ada 1 daerah saja yang melihat hilal, maka kami pastikan ikut 1 Syawal pada 2 Mei. Pun sebaliknya, apabila tidak melihat, maka 1 Syawal bertepatan pada Selasa (3/4/2022),” ujar Kiai Marzuqi.

“Insya Allah, dengan tingginya derajat, banyak yang berhasil di kalangan yang akan melihat. Mudah-mudahan tidak hujan atau cuaca mendukung,” tutupnya.(Tb)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini