Ekonomi Bergairah, Kredit Kecil dan Menengah Binaan BRI Kian Meningkat

0
372
Ekonomi Bergairah, Kredit Kecil dan Menengah Binaan BRI Kian Meningkat
BANK BRI.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kian positif. Pertumbuhan kredit kecil dan menengah terus mengalami peningkatan.

Kredit kecil dan menengah pada kuartal I/2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu mengalami pertumbuhan positif.

Hal itu dinilai akan mendorong geliat ekonomi semakin bergairah pada tahun pemulihan 2022.

Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto memaparkan bahwa pada triwulan I/2022 perseroan sudah berhasil menyalurkan kredit di segmen kecil dan menengah sebesar Rp21,3 triliun kepada 46.306 nasabah.

“Adapun pada kurun waktu yang sama pada 2021 nilainya mencapai Rp16,5 triliun dan disalurkan kepada 33.269 nasabah,” katanya melalui rilisnya.

Menurutnya, capaian pada awal 2022 sudah menunjukan kembali ke masa sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Sedangkan pada kuartal I/2020, di mana pada tahun tersebut ekonomi benar-benar didera pandemi, penyaluran kredit di segmen serupa hanya sekitar Rp13,1 triliun dengan 23.581 nasabah.

“Nah ini, tentunya akan berdampak pada perekonomian di daerah maupun kota itu akan kembali bergairah. Dan kita akan melihat bahwa ini pergerakannya akan lebih cepat lagi,” bebernya.

Diakuinya, di lapangan menunjukkan usaha kecil dan menengah sudah mulai bangkit. Jauh lebih baik dibandingkan masa-masa awal pandemi kemarin.

Perseroan pun semakin optimistis ekonomi kian bergairah lantaran mayoritas kredit diserap oleh sektor-sektor produktif. Selain itu, permintaan kredit meningkat tidak hanya di kota besar tapi juga di daerah-daerah.

Sektor-sektor yang berhubungan dengan kebutuhan pokok seperti perdagangan mendominasi penyaluran kredit BRI di segmen kecil dan menengah ini yang persentasenya mencapai 61 persen.

“Kemudian disusul sektor pertanian sampai dengan 12 persen. Adapun sektor padat karya industri perumahan serapannya mencapai 7 persen dari total portofolio yang perseroan salurkan selama periode triwiulan I/2022,” urainya.

Di sisi lain, daya tahan nasabah pinjaman di segmen kecil dan menengah menurutnya kian menguat pada tahun pemulihan ekonomi 2022.

Dia menyebut puncak masa sulit akibat krisis ekonomi terjadi pada Desember 2020. Saat itu sekitar 47,38 persen portofolio kredit di segmen bisnis kecil dan menengah BRI harus direstrukturisasi.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini