Migrasi TV Analog Ke Digital Menuju Siaran Televisi Yang Lebih Maju

0
603
Migrasi TV Analog Ke Digital Menuju Siaran Televisi Yang Lebih Maju
Ilustrasi.
Bagikan Berita Ini

Migrasi TV Analog Ke Digital Menuju Siaran Televisi Yang Lebih Maju

Oleh: Ananda Fabiola Azzahra

TEROPONGMETRO – Pada bulan November 2022 TV analog resmi dihentikan, lalu akan beralih ke TV digital. Siaran analog dihentikan karena amanah dari Undang-Undang Cipta Kerja Pasal 60A. Didalam Undang-Undang tersebut disebutkan bahwa sistem penyiaran sudah beralih dari penyiaran analog ke sistem penyiaran digital paling lambat 2 November 2022. Migrasi ini disebut sebagai salah satu hal penting untuk siaran televisi Indonesia.

Sebenarnya TV digital dan TV analog itu apasih? Mengapa harus berpindah ke TV digital? TV digital adalah perangkat televisi yang mampu menangkap siaran sinyal digital dalam bentuk bit data yang nantinya gambar yang akan ditangkap benar-benar jernih dan tidak ada gangguan seperti “semut” yang berada di TV. Lalu TV analog adalah siaran televisi yang dipancarkan melalui sinyal radio dalam format audio lalu video-video tersebut akan  ditransmisikan dalam gelombang AM, sedangkan di radio ditransmisikan dalam gelombang FM. Kita harus berpindah ke TV digital karena TV digital dapat menghasilkan televisi yang lebih berkualitas, format digital kaya akan transformasi data dalam waktu bersamaan, digitalisasi televisi dapat meningkatkan resolusi gambar dan suara yang lebih stabil sehingga kualitas penerimaan suara kepada penonton akan lebih baik.

Berbicara tentang TV analog, sebenarnya TV analog terbilang boros dalam frekuensi. TV analog memakan sumber daya yang cukup besar dalam spektrum 700 MHz. Nah, ketika kita sudah mempunyai siaran TV digital maka ada penghematan atau digital dividen penyiaran di pita frekuensi 700 MHz sebesar 112 MHz. Penghematan ini dikenal sebagai frekuensi emas. Frekuensi emas ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, seperti meningkatkan kualitas pada layanan internet, 5G, pendidikan dan kesehatan.

Sebelumnya sudah dijadwalkan bahwa TV analog berhenti pada tahap pertama yaitu pada tanggal 30 April 2022 di 56 wilayan siara di 166 kabupaten dan kota, tahap kedua 25 Agustus 2022 di 31 wilayah layanan siaran di 110 kabupaten dan kota, dan tahap terakhir yaitu 2 November 2022 di 25 wilayan layanan di 65 kabupaten dan kota. Tahapan tersebut sudah menjadi mutlak untuk para masyarakat Indonesia agar segera pindah ke siaran digital.

Sebenarnya Indonesia dikatakan negara yang tertinggal dalam proses digitalisasi penyiaran. Negara-negara lain sudah melalukan siaran digital hampir lebih dari 85 persen wilayah dunia sudah mengimpementasikan televisi digital. Negara Kawasan seperti Eropa, Afrika, Asia dan lainnya sudah membuat keputusan pada 2015 untuk menuntaskan migrasi televisi dari analog ke digital atau ASO (Analog Switch Off). Bahkan negara seperti Malaysia sudah melakukan ASO pada tahun 2019 lalu Thailand dan Vietnam pada tahun 2020.  Mengapa Indonesia masih dikatakan terlambat dalam proses menuju digital? Indonesia terdiri dari 17.000 pulau lebih, dan jika ingin migrasi sepenuhnya dibutuhkan waktu untuk persiapan.

Dalam proses migrasi ini Indonesia sudah berupaya untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk dapat berpindah ke TV digital, promosi secara besar-besaran melalui media (iklan di TV) dan membeli Set Top Box (STB). Jika kita tidak bisa membeli STB pemerintah memberikan STB secara gratis kepada warga yang kurang mampu. Kementerian Komunikasi dan Informatika Kominfo mengungkapkan STB akan diberikan secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu, dengan syarat harus tercantum dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial (DTKS) lalu masyarakat mengunduh aplikasi “Cek Bansos” terlebih dahulu di playstore dan jika sudah terunduh masyarakat dapat memilih menu daftar usulan, pada menu usulan kita bisa mendaftarkan diri bagi nama yang sudah terdaftar di DTKS, lalu menyiapkan Nomor Induk Kependudukan atau NIK e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk validasi, jika sudah tervalidasi masyarakt dapat memilih jenis bansos yang akan diajukan, lalu pilih pemberian alat STB gratis. Pemberian STB akan dilakukan mulai dari 15 Maret sampai 30 April 2022. Secara total kemenkominfo akan memberikan sebanyak 6,7 juta STB gratis guna mendukung siaran TV digital.

Sekarang kita tahu bahwa siaran televisi digital lebih bagus dan lebih baik daripada siaran televisi analog. Karena dari siaran TV digital mempunyai tujuan agar siaran televisi dapat ditonton dengan nyaman dan tidak terganggu.

Kalian tau gak sih? Dalam proses migrasi siaran TV ke Indonesia ini pasti memiliki tantangan dan peluangnya. Saya akan membahasnya satu-satu.

Peluang dalam TV digital ini adalah para kaum muda dapat mengambil bagian dalam menyukseskan ASO ini. Dapat kita ambil contoh seperti menjadi konten creator dengan menghasilkan berbagai progam yang edukatif, kreatif dan variatif untuk menyemarakkan industri penyiaran dalam negeri. Lalu pada zaman sekarang penerapan pada teknologi sudah bisa dikuasai oleh kebanyakan orang, oleh sebab itu TV digital dapat memberikan sebuah frekuensi yang lebih baik  sehingga dapat memenuhi penyiaran progam siaran yang berkali lipat lebih banyak dibandingkan penyiaran analog. Penggunaan spektrun frekuensi 700 MHz menjadi jauh lebih efesien, menumbuhkan industri konten dan lain sebagainya. Para masyarkat tidak mau ketinggalan dengan peluang ini maka mereka menciptakan model baru yang diproyeksikan mampu memnjawab kebutuhan manusia akan informasi.

Selain peluang terdapat tantangan, didalam tantangan ini terdapat kendala operasional dalam proses migrasi total dari analog menuju digital ini. Karena mayoritas atau kebanyakan orang masih menggunakan TV analog. Dalam kondisi seperti ini akan memperlama proses total digital dan mau tak mau kebijakan simulcast (siaran berbarengan antara TV analog dan TV digital) harus memperhatikan waktu. Selama masa migrasi ke digital, penggunaan masih dapat menggunakan pesawat analog untuk menerima siaran digital lalu disediakanlah Set Top Box. Tetapi masyarakat masih menganggap bahwa harga dari Set Top Box tersebut cukup mahal dan masih berharap bahwa harga Set Top Box bisa menjadi lebih murah. Oleh karena itu, persoalan dalam daya beli masyarakat akan perangkat tambahan tersebut menjadi kesulitan tersendiri untuk tercapainya migrasi dari penyiaran analog ke penyiaran digital dalam kurun waktu yang cepat.

Selain tantangan dan peluang, segala sesuatu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk ke dalam TV digital juga mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan dari TV digital sendiri yaitu :

  • Kualitas sinyal siaran yang lebih stabil dan tahan terhadap gangguan.
  • Kualitas gambar yang diberikan lebih jernih.
  • Mendukung siaran dengan resolusi gambar seperti HD, Full HD, UHD dan 4K.
  • Kemampuan penyiaran multichannel dan multiprogam dengan pilihan saluran TV yang lebih banyak.
  • Untuk menikmati siaran digital tidak perlu berlangganan (perlu diketahui bahwa TV digital ini disiarkan secara gratis, tidak dipungut biaya sepersen pun).
  • Pada siaran televisi digital tidak perlu berada dekat-dekat dengan pemancar untuk mendapatkan kualitas gambar yang lebih baik.
  • Mempunyai siaran televisi yang sangat banyak.
  • Kemampuan dalam transmisi audio, video, serta data secara sekaligus.

Kekurangan dari TV digital sendiri yaitu :

  • Untuk perpindahan dari channel satu ke channel lainnya membutuhkan waktu yang agak lama, bisa sekitar 3 sampai 4 detik.
  • Jika tidak mendapatkan sinyal, maka yang akan tampil pada TV hanya kosong hitam atau gambar pemandangan (tergantung STB yang digunakan)
  • Untuk saat ini tidak semua stasiun TV menyediakan siaran digital. Hal tersebut menjadikan jangkauan siaran digital pada setiap daerah akan mengalami perbedaan jumlah channel yang bisa ditonton
  • Harga alat siaran digital (STB/ Set Top Box) yang agak mahal, berkisar dari harga 200.000 hingga 500.000
  • Bagi sebagian orang awam kemungkinan akan kesulitan untuk instalasi STB (Set Top Box)

Sekarang kita jadi mengerti bahwa migrasi ke TV digital ini sangat penting. Nah, sebagai masyarakat kita juga sangat ingin menonton televisi yang jernih dan lebih nyaman. Maka dari itu kita sebagai warga negara Indonesia yang ingin lebih maju, harus segera berpindah dari siaran TV analog ke siaran TV digital. Jika negara lain sudah, kita jangan mau kalah untuk migrasi. Seiring berkembangnya zaman, televisi juga sudah berkembang, dan kita sebagai penonton atau penikmat televisi juga harus berkembang, jangan sampai kita tertinggal zaman.(*)

*) Mahasiswa semester 4.


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini