Dukung Peralihan TV Digital, Pemkot Denpasar Gencar Sosialisasikan ASO

0
483
Dukung Peralihan ke TV Digital, Pemkot Denpasar Gencar Sosialisasikan ASO
Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, I Dewa Gede Rai.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mendukung penuh dengan adanya Analog Switch Off (ASO), dimana Kota Denpasar menjadi salah satu daerah yang gencar sosialisasi kepada masyarakat terkait migrasi televisi (TV) digital.

Migrasi siaran dari analog ke digital dinilai menjadi suatu terobosan baru di dunia teknologi. Migrasi siaran televisi ini dinilai akan bisa memberikan manfaat untuk berbagai sektor, termasuk masyarakat.

Masyarakat akan bisa mendapatkan siaran televisi yang lebih berkualitas terutama dari segi audio dan video, yang akan lebih bersih dan jernih dibandingkan dengan siaran televisi analog.

Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan industri penyiaran merupakan salah satu yang terpukul pandemi virus corona. Maka itu, efisiensi berkat penggunaan infrastruktur bersama bisa membuat bisnis di industri ini menjadi lebih menarik.

“Bisa mendorong investasi, khususnya di Kota Denpasar,” kata Dewa Rai saat di konfirmasi melalui telepon selularnya, Rabu (15/6/2022).

Dijelaskan, siaran digital hanya dapat ditangkap pesawat televisi digital atau pesawat televisi analog yang dilengkapi dengan Set Top Box (STB). Selain itu, televisi digital bukan smart televisi yang dapat menangkap siaran streaming melalui jaringan internet. televisi digital juga bukan televisi yang menangkap siaran satelit melalui parabola dan juga siaran televisi kabel yang berbayar.

“Dengan teknologi siaran digital maka gambarnya akan bersih, suaranya jernih dan teknologinya canggih,” katanya.

Gerilya informasi dan edukasi terkait ASO seiring migrasi TV digital kepada masyarakat kota Denpasar pun terus dilakukan, sebagai bentuk dukungan adanya kebijakan pada program migrasi televisi analog ke televisi digital sebagai siaran yang beragam pilihan yang berkualitas..

“Sosialisasi melalui dinas kominfo yang juga melibatkan perangkat desa atau perbekel sebagai sarana edukasi kepada masyarakat,” tuturnya.

Peralihan menuju siaran digital diperlukan, karena penggunaan siaran analog merupakan pemborosan frekuensi. Perbandingannya, untuk siaran analog satu frekuensi akan ditempati oleh satu stasiun televisi. Sedangkan untuk dengan siaran digital, satu frekuensi bisa ditempati oleh 6-12 stasiun televisi.

“Dengan menggunakan siaran digital maka akan lebih hemat frekuensi atau gelombang electromagnet yang ada di udara, sehingga bisa dimanfaatkan untuk perluasan jangkauan internet sebagai sebuah broadband serta bisa dimanfaatkan pada berbagai perangkat Early Warning System (EWS),” katanya.

Lanjutnya, secara nasional, Indonesia mengakhiri siaran tv analog paling lambat pada tanggal 2 November 2022 mendatang, masyarakat masih dapat menggunakan antena lama sebagai perangkat tambahan untuk menangkap sinyal siaran televisi digital.

“Bagi warga yang masih memakai televisi lama, masih bisa menonton hanya hanya membeli alatnya saja di toko elektronik maupun di toko-toko obline, tetapi ingat harus yang bersertifikasi kominfo,” katanya.

Pada sisi lain, siaran televisi digital berpeluang menumbuhkan sektor industri kreatif karena lebih banyak penyelenggara penyiaran dalam siaran televisi digital. Dengan demikian, tayangan akan lebih variatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Siaran televisi yang bermanfaat pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Selain itu, penghematan spektrum frekuensi radio berkat siaran televisi digital bisa digunakan perluasan akses internet.

Sementara itu, Amaliya Kurniati yang merupakan warga Kota Denpasar mengatakan jika dirinya belum memahami benar dengan adanya perpindahan televisi analog ke televisi yang berbasis digital, maka dari itu, ia berharap pemerintah memberikan set top box gratis kepada warga masyarakat yang ada di Kota Denpasar.

”Semoga aja ada pembagian set top box gratis bagi warga kecil dan yang membutuhkan, biar segera bisa nonton televisi digital itu,” ujarnya saat di temui di warungnya, di Denpasar, Rabu (15/6/2022).

Diharapkan dengan adanya perpindahan TV berbasis digital membuat Kota Denpasar ini segera memanfaatkan teknologi tersebut, agar dapat berkembang ke era yang lebih modern.

Pemerintah dan penyelenggara multipleksing siaran digital akan memberikan subsidi kepada masyarakat yang tergolong miskin dan memiliki perangkat televisi berupa set top box.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini