Gencar Sosialisasi, Pemerintah Denpasar Ajak Warganya Beralih ke Siaran TV Digital

0
474
Tanggapan Masyarakat Saat Beralih ke Siaran TV Digital Menggunakan STB
Tangkapan layar siaran TV digital pada TVRI Bali.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Siaran TV analog saat ini tengah dalam proses dimatikan secara bertahap yang nantinya dialihkan sepenuhnya ke siaran TV digital. Tujuannya yakni demi akan menghadirkan kualitas gambar bersih, suara jernih, dan teknologi canggih yang menyertainya.

Terkait hal itu, Pemerintah daerah Kota Denpasar gencar melakukan sosialisasi program peralihan siaran televisi analog ke siaran tv digital atau Analog Switch Off (ASO).

Langkah ini sesuai amanat Pemerintah Pusat melalui Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2021 Perubahan Atas Peraturan Menteri Kominfo Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Pemerintah sendiri telah menjadwalkan penghentian TV Analog dalam tiga tahap. Tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga atau paling akhir 2 November 2022.

Sosialisasi merupakan salah satu dari empat pilar dari kebijakan pemerintah untuk hadirkan siaran TV digital di Indonesia. Sosialisasi terus digencarkan untuk menumbuhkan pemahaman masyarakat serta mendorong peralihan ke siaran digital. Sebagai masyarakat yang berbudaya kita memanfaatkan berbagai aspek teknologi untuk mengenalkan keunikan berbudaya dan kearifan lokal.

“Kita gencar sosialisasi migrasi TV digital melalui berbagai platform. Termasuk melibatkan perbekel dan lurah dalam memberikan edukasi terkait migrasi TV digital,” kata Kabag Humas Pemerintah Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

Menurutnya, sosialisasi program peralihan siaran televisi analog ke siaran tv digital atau Analog Switch Off (ASO), perlu dilakukan agar tidak terjadi kesimpangsiuran dan kebingungan di masyarakat.

“Kami menilai perlu sosialisasi yang masif terhadap program ini (ASO). Sosialisasi ini perlu ditingkatkan agar tidak salah persepsi di tengah masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui whatsappnya, Senin (21/6/2022).

Mengenai distribusi Set Top Box (STB) atau dekoder pengatur saluran televisi bagi keluarga miskin, pihaknya bersama Dinas Sosial telah mendata sasaran penerima rumah tangga sasaran (RTS).

I Dewa Gede Rai menerangkan STB gratis hanya diberikan oleh pemerintah kepada rumah tangga miskin, dan apabila bukan kategori tersebut maka harus membeli sendiri.

“Kita berharap peralihan ke TV digital ini bisa maksimal. Karena pada sisi keunggulan banyak manfaatnya. Mulai dari bebas semut hingga bisa ramah anak,” pungkasnya.

Ayo Migrasi ke TV Digital

Pemerintah mengajak masyarakat di seluruh penjuru Indonesia segera bermigrasi ke siaran TV Digital. Siaran TV Digital tetaplah gratis karena bukan streaming internet, bukan pula televisi satelit atau kabel. Dengan demikian, tidak perlu biaya langganan atau pulsa.

Untuk mengetahui lebih rinci kehadiran siaran TV Digital di daerah setempat, masyarakat bisa menggunakan aplikasi sinyaltvdigital yang bisa diunduh melalui iOS atau Android. Dalam aplikasi ini ada informasi terkait kekuatan sinyal, jumlah multipleksing dan jumlah stasiun/program yang sudah bersiaran di sebuah daerah.

Melalui aplikasi tersebut, bisa dilihat juga arah manakah sebaiknya antena UHF di rumah disesuaikan. Mengarahkan antena secara tepat, membantu hasil optimal tangkapan tayangan siaran TV digital. Siaran TV Digital bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini