Fraksi Golkar Usulkan RTRWP Bali Tetapkan Dua Lokasi Bandara Bali Utara

0
417
Fraksi Golkar Usulkan RTRWP Bali Tetapkan Dua Lokasi Bandara Bali Utara
Fraksi Golkar Usulkan RTRWP Bali Tetapkan Dua Lokasi Bandara Bali Utara.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Fraksi Partai Golkar DPRD Bali mengusulkan agar dalam Ranperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali Tahun 2022-2042 lokasi bandara Bali utara ditetapkan di dua lokasi, yakni di Kecamatan Gerokgak dan Kecamatan Kubutambahan.

“Berkaitan dengan simpang siurnya bandara di Kabupaten Buleleng antara Kecamatan Kubutambahan dan Kecamatan Gerokgak, Fraksi Partai Golkar mengusulkan keduanya ditetapkan dalam Perda RTRWP. Selanjutnya tentang keputusan penetapan lokasi sesuai dengan kewenangannya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat,” kata pembicara Fraksi Partai Golkar DPRD Bali, Ni Putu Yuli Artini, saat menyampaikan pandangan umum fraksinya pada rapat paripurna DPRD Bali, Senin (27/6/2022).

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, tersebut dihadiri Gubernur Bali, Nyoman Koster. Agenda rapat paripurana yakni penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali Tahun 2022-2042 dan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Semesta Berencana Tahun Anggaran 2021.

Sementara Ketut Rochineng saat menyampaikan pandangan umum Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali berpandangan, bahwa penetapan lokasi yang definitif bandara Bali utara tetap diperlukan. Sebab, hal itu akan mempengaruhi hal penting yakni Struktur Ruang dan Pola Ruang, serta penataan Kawasan dan Wilayah, di dalam dokumen RTRW Provinsi Bali.

Pembicara dari Fraksi Partai Gerindra DPRD Bali, Ketut Juliarta, mengungkapkan, untuk rencana pembangunan airport (bandara) di Bali utara dalam RTRW Provinsi Bali tidak ada menyebut penetapan lokasi detail (desa dan kecamatan), hanya menyebut di Kabupaten Buleleng.

“Mengapa di RDTR Kabupaten Buleleng sudah menyebut penentuan lokasi detail? Padahal RDTR sebelum ditetapkan dievaluasi oleh Gubernur. Mohon penjelasannya, karena hal ini sangat mungkin terjadi pada peraturan-peraturan lainnya yang tidak sinkron dengan peraturan lainnya,” ujarnya.

Juliarta juga mengungkapkan, untuk rencana pembangunan bandar udara Bali utara dalam RTRW Provinsi Bali Perda No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Perda No. 16 Tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali 2009 – 2029, rencana bandar udara Bali utara dipindah ke kawasan Sumber Kelampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. “Mohon dilakukan kajian yang lebih mendalam dan melibatkan aspirasi masyarakat,” harapnya.

Sedangkan pembicara dari Fraksi Nasdem, PSI dan Hanura, Dr. Somvir, menyatakan, Ranperda RTRW ini diharapkan juga menjadi pengarah kepastian pembangunan bandara Bali utara yang sejak beberapa tahun terakhir sudah mengemuka, namun pembangunannya juga tidak segera dimulai.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini