Mengapa Indonesia Harus Segera Migrasi ke Siaran TV Digital?, Begini Alasannya

0
705
Mengapa Indonesia Harus Segera Migrasi ke Siaran TV Digital?, Begini Alasannya
Tangkapan layar siaran televisi Digital.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengumumkan, secara bertahap siaran televisi nasional yang menggunakan teknologi televisi analog akan dihentikan.

Migrasi dari televisi analog ke televisi digital akan berlangsung hingga 2 November 2022. Setelah tanggal tersebut otomatis televisi analog tidak bisa digunakan lagi, hanya televisi digital yang beroperasi.

Masyarakat dihimbau untuk segera beralih menonton ke siaran televisi digital sebelum siaran televisi analog benar-benar tidak bisa di tonton lagi. Hal ini sebagai salah satu langkah perwujudan transformasi digital Indonesia.

Lalu mengapa Indonesia harus segera migrasi ke televisi digital?

Pertama, Indonesia tertinggal dalam proses digitalisasi penyiaran global. Pada 2007, anggota The International Telecommunication Union (ITU) menggelar World Radiocommunication Conference.

Negara-negara di kawasan Eropa, Afrika, Asia, dan lainnya membuat keputusan bersama pada 2015 untuk menuntaskan migrasi televisi dari analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO).

Kedua, digitalisasi televisi membuat Frekuensi di 700 Mhz bisa ditata ulang. Artinya bisa dimanfaatkan untuk layanan lain seperti internet cepat.

Frekuensi itu dinilai cocok untuk mendukung internet kecepatan tinggi. Sedangkan untuk siaran digital bisa menggunakan 112 Mhz.

Ketiga, teknologi analog memerlukan pita frekuensi sebesar 8 Mhz. Dengan teknologi analog setiap pemancaran siaran televisi memerlukan pita frekuensi sebesar 8 Mhz.

Sedangkan dengan teknologi digital pita frekuensi sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk memancarkan 5 siaran televisi sekaligus.

Keempat, perangkat infrastruktur televisi analog hanya bisa digunakan oleh satu stasiun televisi. Sedangkan ketika menggunakan digital, satu infrastruktur bisa digunakan sampai 13 stasiun televisi sehingga efisiensinya sangat dirasakan.

Selain itu, migrasi dari televisi analog ke televisi digital juga membuat masyarakat akan menikmati siaran yang lebih bersih, lebih canggih, dan lebih berkualitas. Serta gratis dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo RI) sendiri terus mensosialiasikan program migrasi Analog Switch Off (ASO) ini. Siaran televisi digital akan membuat penonton televisi mendapatkan gambar yang jernih, suara yang berkualitas, serta gratis dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Setelah sebelumnya bersinergi dengan Jurnalis Televisi, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik pada Kementerian kominfo yang bekerja sama dengan Tim Pokja Edukasi dan Komunikasi Publik Analog Switch Off (ASO) juga menggandeng organisasi Pers, sebagai bentuk untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat luas terkait migrasi televisi siaran analog ke siaran televisi digital.

“Migrasi ke televisi Digital itu gratis, tidak dipungut biaya apapun. Untuk meringankan masyarakat tidak usah berlangganan televisi kabel, cukup pakai antena yang biasa saja, dengan menambahkan set top box,” kata Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widyastuti, saat memberikan pembekalan bimtek Journalist Fellowship bersama organisasi pers, Senin (23/5/2022).

Jadi tunggu apalagi. Yuk beralih ke televisi digital sekarang juga.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini