Jelang Idhul Adha, Penyebaran Wabah PMK Sudah Masuk Bali

0
513
Jelang Idhul Adha, Penyebaran Wabah PMK Sudah Masuk Bali
Petugas sedang mengecek kesehatan hewan ternak dan bebas dari penyakit PMK.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia semakin meluas. Siagapmk.id mencatat, kini virus yang menyerang hewan ternak ruminansia tersebut meluas ke 20 provinsi. Sebelumnya, PMK tercatat mewabah di 19 provinsi.

Per hari ini Minggu (3/7/2022), penularan PMK kini semakin meluas ke 227 kabupaten/ kota di 20 provinsi. Padahal, sebelumnya penularan tercatat di 223 kota/kabupaten.

Pantauan teropongmetro.com hingga pukul 11.05 Wita (Minggu, 3 Juli 2022), jumlah ternak dilaporkan sakit akibat terinfeksi PMK sebanyak 315.282 ekor, yang dipotong bersyarat ada 2.737 ekor, dan yang mati ada 2.001 ekor. Pada saat bersamaan, jumlah tenak yang sudah divaksin adalah 252.156 ekor.

Sementara sepekan menjelang hari raya Idul Adha (Idhul Qurban), wabah penyakit kaki dan mulut (PMK) mulai masuk Bali. Tercatat, 63 ekor sapi yang positif PMK di Bali berdasarkan hasil laboratorium.

“PMK sudah masuk di Bali, itu berdasarkan hasil pemeriksaan lab” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Dr I Wayan Sunada, Minggu (3/7/2022).

Dia menjelaskan, sapi yang positif terinfeksi PMK tersebar di Gianyar 38 kasus, Buleleng 21 kasus dan Karangasem 4 kasus. kasus pertama ditemukan di Gianyar awal bulan ini. Guna mencegah penyebaran, baru 55 ekor sapi yang terinfeksi di Gianyar dan Buleleng telah dimusnahkan dengan cara dipotong paksa.

Dia menambahkan, 8 ekor sapi yang positif PMK tersebut akan dimusnahkan dengan cara yang sama dalam waktu dekat. Karena, menurutnya pemotongan secara paksa ini merupakan satu-satunya cara yang paling tepat agar penyakit ini tidak merebak luas di wilayah Bali.

“Yang paling tepat adalah stamping out walaupun ternak itu sembuh nantinya tapi dia masih membawa virus itu,” ujarnya.

Selain itu, lalulintas perdagangan sapi baik masuk atau keluar dari Bali dihentikan sementara. Dan pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan asal muasal masuknya PMK ke Bali. “Masih kita telusuri jejaknya,” ujarnya.

Sejauh ini, lalulintas perdagangan sapi masuk dan keluar dari Bali sudah melalui pemeriksaan ketat karantina di pelabuhan Gilimanuk, Padangbai dan Celukan Bawang.

“Pencegahan dari pada masuknya PMK itu sudah kita lakukan. Kita sudah membuatkan biosikuriti di pelabuhan dan mobil pengangkut harus menyediakan disinfektan,” jelasnya.(Tm)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini