Inilah Tujuh Golongan yang Selamat Saat Hari Kiamat

0
441
Inilah Tujuh Golongan yang Selamat Saat Hari Kiamat
Ilustrasi.
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Terdapat tujuh orang yang Allah SWT lindungi dengan naungannya pada hari yang tidak ada naungan, kecuali naungannya pada hari kiamat. Salah satunya adalah seorang penguasa yang adil.

Dilansir dari About Islam pada Rabu (13/7/2022), banyak perbuatan yang menyelamatkan seseorang di hari kiamat. Maka dari itu, hal tersebut harus dilakukan dari sekarang.

Berikut tujuh perbuatan agar selamat saat hari kiamat. Inilah Tujuh Golongan yang Selamat Saat Hari Kiamat:

  1. Penguasa yang adil

Konsep keadilan dalam Islam sangat penting dan merupakan sesuatu yang harus diterapkan oleh Muslim. Penguasa dan yang diperintah dalam segala hal tanpa kecuali.

Keadilan berarti memberikan setiap hak yang layak diterimanya, Muslim atau non-Muslim, kerabat atau orang asing, teman atau musuh.

Allah berfirman, “Sayangnya, bahkan jika kita mengakui ini secara teori, kita dengan cepat melupakannya dalam praktik. Jadi kita menemukan ketika kita berbicara tentang teman dan orang yang kita cintai, kita memuji mereka tanpa alasan dan ketika kita berbicara tentang mereka yang berbeda dengan kita, kita tidak dapat menemukan kebaikan di dalamnya dan kita memanfaatkan poin buruk mereka”.

Hal ini jauh dari keadilan yang Allah kasihi dan berikan pahala yang besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut: Mereka adalah orang-orang yang adil dalam memerintah, dengan keluarga mereka dan dalam segala hal yang diberikan otoritas kepada mereka.

  1. Pemuda yang dibesarkan dengan beribadah pada Allah

Nabi Muhammad SAW mengatakan untuk memanfaatkan waktu sebelum saatnya tiba ketika Anda tidak memiliki semangat itu. Antusiasme dan energi yang telah Anda terima tidak akan pernah diberikan lagi kepada Anda setelah usia ini.

Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW mengatakan untuk memanfaatkan momen itu dan memanfaatkannya. Seseorang harus menggunakan energi ini demi Allah dengan mencari ilmu tentang Allah, memperoleh rezeki yang halal dan beribadah kepada Allah melalui tindakan yang mungkin tidak dapat dia lakukan di kemudian hari.

Apalagi usia muda ini adalah masa di mana keinginan lebih banyak dan keinginan untuk tidak menaati Allah lebih banyak. Pikiran memberontak dan godaan setan mencapai puncaknya. Orang yang melakukan bagiannya dalam menahan diri dan menaati Allah pasti layak mendapat naungan di bawah singgasana Allah.

  1. Seorang pria yang hatinya terikat pada masjid

Banyak hadits Nabi Muhammad SAW mengatakan sholat di masjid memiliki 27 kali lebih banyak pahala daripada sholat di rumah. Namun, harus ditekankan disini semua hadits yang menganjurkan laki-laki untuk terikat pada masjid tidak dimaksudkan mengarahkan seseorang pada kesimpulan bahwa Islam adalah agama yang harus dibatasi pada masjid, seperti yang dibayangkan banyak orang.

Meskipun demikian, masjid harus menjadi jantung komunitas Muslim dan peran otoritas masjid sangat penting di sini. Merekalah yang terutama bertanggung jawab menjadikan masjid sebagai tempat perlindungan yang disambut baik bagi umat Islam, daripada arena politik dan perebutan kekuasaan seperti yang tampaknya banyak terjadi akhir-akhir ini.

  1. Dua orang yang saling mencintai karena Allah

Saling mencintai karena Allah adalah salah satu pintu besar menuju kebaikan akhirat dan penyebab mencicipi manisnya iman di dunia ini. Mencintai satu sama lain karena Allah berarti seseorang mencintai yang lain hanya karena agamanya.

Jadi tidak peduli seperti apa rupa orang itu, apa yang dia kenakan, kaya atau miskinnya dia, dari mana asalnya, atau apa warna kulitnya, boleh jadi kamu tidak menyukai segala sesuatu tentang dia, tetapi kamu mencintainya karena imannya.

Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung berfirman: “Mereka yang saling mencintai karena Kemuliaan-Ku akan memiliki tiang cahaya dan akan dicemburui oleh para Nabi dan para syuhada.”  (Al-Tirmidzi dan Ahmad)

  1. Laki-laki yang digoda wanita cantik tapi berkata “Aku takut pada Allah”

Hal yang sama berlaku untuk wanita yang digoda oleh seorang pria dan dia berkata, “Aku takut kepada Allah.” Dunia ini penuh dengan godaan yang mengarah ke api neraka dan di antaranya adalah yang datang dari wanita.

Banyak pria telah membawa jiwanya ke dalam kehancuran karena iming-iming seorang wanita, itulah sebabnya Nabi Muhammad SAW mengatakan ketentuan terpenting yang kita butuhkan untuk melindungi diri kita dari ini dan semua godaan lain dalam hidup adalah  takut (khauf) kepada Allah.

  1. Orang yang bersedekah dan menyembunyikannya

Bagian dari hadits ini menunjukkan dua kualitas yang sangat penting yang harus menjadi ciri khas setiap Muslim. Pertama adalah amal.

Kita harus banyak bersedekah sampai kita lupa berapa banyak sedekah yang telah kita berikan. Pernahkah Anda bertanya-tanya orang yang bersedekah tidak pernah menjadi miskin? Bahkan jika mereka memberi jutaan dalam amal?

Poin kedua yang ditekankan adalah fakta orang yang bersedekah harus memberikannya secara rahasia. Generasi awal umat Islam biasa bersedekah secara diam-diam sehingga bahkan istri mereka pun tidak mengetahuinya.

Riya’, pamer dalam ibadah, adalah syirik tersembunyi (menyekutukan Allah), menghancurkan semua berkah dari suatu perbuatan baik, dan membuatnya batal demi hukum, seperti yang dilakukan untuk pamer kepada orang-orang dan bukan untuk kepentingan Allah. Cara terbaik untuk menjaga diri kita adalah dengan melakukan semua ibadah sunnah dan nafl (sukarela) secara rahasia dan jauh dari pandangan orang banyak.

  1. Manusia yang mengingat Allah saat sendiri dan meneteskan air mata

Menangis secara sembunyi-sembunyi, karena menangis di depan umum adalah hal yang lumrah ketika imam berdoa. Rasa takut pamer tetap ada disini dan karenanya orang yang menangis secara sembunyi-sembunyi akan diberi naungan di bawah Allah, pada hari yang tidak ada naungan selain naungan Allah.

Allah-lah yang dimohonkan agar kita diberi perlindungan dari hawa nafsu yang cenderung kepada kemaksiatan, dan agar keinginan kita sesuai dengan apa yang disukai-Nya dan diridhoi-Nya. Dia berkuasa atas segala sesuatu, dan Dia paling layak menjawab permohonan kita.(R)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini