Gubernur Jatim Dorong Maba Unmuh Surabaya Sinergikan Social Capital dan Intelektual Capital

0
696
Gubernur Jatim Dorong Maba Unmuh Surabaya Sinergikan Social Capital dan Intelektual Capital
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat membuka Mastama, Ordik dan Expo UKM (MOX) UM Surabaya, Senin (26/9/2022).
Bagikan Berita Ini

TEROPONGMETRO – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendorong 2.035 Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya untuk menyinergikan social capital dan intelektual capital agar bisa menciptakan lebih banyak inovasi.

“Seringkali kita ini berbicara social capital. Hari ini kita berada di kampus, maka yang harus kita bangun adalah social capital yang luar biasa diikuti dengan intelektual capital,” kata Khofifah saat membuka Mastama, Ordik dan Expo UKM (MOX) UM Surabaya, Senin (26/9/2022).

Khofifah menilai bahwa sinergi antara social capital dan intelektual capital dapat menjadi kekuatan yang luar biasa ketika membuat inovasi maupun riset.

“Sinergi di antara social capital dan intelektual capital ini mudah-mudahan bisa terus memberikan penguatan. Kalau kita mau ikut, temanya HUT kemerdekaan RI ke-77 berarti pulihnya lebih cepat, bangkitnya lebih kuat, kira-kira posisinya seperti itu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini kekuatan social capital dan intelektual capital di Jatim sangat luar biasa. “Menyinkronkan itu supaya inovasi-inovasi selalu muncul, kemudian berbagai riset-riset yang bisa memberikan efektifitas dan efisiensi seluruh proses layanan publik, kalau bagi pemerintah, itu menjadi sangat penting. Bagi industri juga menjadi sangat penting,” katanya.

Untuk diketahui, pada pembukaan MOX tersebut, ribuan maba UM Surabaya mengirim surat digital kepada Presiden Joko Widodo terkait harapan keselamatan data digital di Indonesia. Hal tersebut merespon adanya fenomena hacker Bjorka belakangan ini.

Surat digital yang dikirim ke presiden tersebut dibuat melalui sistem bernama Bima Aps. Yaitu aplikasi berbasis web yang diakses oleh mahasiswa untuk menuliskan pesan harapan tentang perlindungan data pribadi yang akan membentuk typography art dalam bentuk wajah presiden.

Rektor UM Surabaya Dr. Sukadiono, M.M., mengatakan sebelum menuliskan pesan tersebut, ribuan mahasiswa menyaksikan film sebagai bentuk edukasi yang berjudul “Teror”. Film teror adalah film pendek yang diproduksi UM Surabaya terkait ratusan data mahasiswa yang bocor menjelang MOX.

“Film ini adalah bentuk social experience secara langsung yang melibatkan lebih dari 100 mahasiswa yang terkena teror terkait informasi hoaks menjelang MOX,” tutur Suko.

Suko menjelaskan, kasus Bjorka dan kebocoran data masyarakat hingga pemerintah marak terjadi dalam kurun waktu satu bulan terakhir perlu mendapatkan penanganan yang serius.

“Di samping menjadi tanggung jawab semua pihak, kesadaran menjaga data diri di ruang digital ini harus terus kita galakkan. Kebijakan-kebijakan pemerintah seperti adanya RUU Perlindungan Data Pribadi saat ini mendesak untuk segera disahkan, karena dapat menjadi payung hukum yang lebih kuat,” katanya.

Dia menambahkan kegiatan MOX akan digelar pada 26 September hingga 2 Oktober 2022 yang bebas dari perploncoan. Selain itu, MOX mengedepankan kreativitas hingga kolaborasi serta project sosial yang berdampak besar pada masyarakat.(Bj)


Bagikan Berita Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini